Tampilkan postingan dengan label Sebab Akibat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebab Akibat. Tampilkan semua postingan

Alasan Mengapa Kucing Menoleh Jika Dipanggil ‘Pus’

Suara ‘pus’ = makan?

Pertanyaan tentang kucing, kenapa kucing akan datang kalau dipanggil ‘pus’? Dan, kenapa semua orang memanggil kucing dengan panggilan ‘pus’? Lebih baik ke pertanyaan yang kedua terlebih dahulu.

Kebanyakan orang akan memanggil kucing dengan panggilan ‘pus’ karena kata ‘pus’ singkat, padat, dan jelas. Namun, kucing itu sendiri tidak tahu bahwa dirinya dinamakan pus atau apa.

Kucing yang sejak lahir sampai dewasa tidak dipanggil ‘pus’ tidak akan mendatangi yang memanggilnya ‘pus’.

Biasanya, orang yang memanggil kucing dengan panggilan ‘pus’ memiliki tujuan memberi makan. Dengan kebiasan orang yang memanggil ‘pus’ terus-menerus ketika memberi makan, maka kucing akan mengetahui bahwa suara ‘pus’ adalah makan.



Makan adalah kesenangan bagi kucing. Oleh karena itu, dengan memanggil ‘pus’ maka kucing akan merasa senang dan berharap akan realisasi dari rasa senangnya tersebut yaitu makan. Jadi, kucing yang datang ketika dipanggil ‘pus’ itu adalah kebiasaan.

Andaikan kucing sejak kecil sampai dewasa dipanggil ‘woi’ ketika hendak makan, sangat besar kemungkinannya kucing akan datang ketika dipanggil ‘woi’ meskipun tidak ada makanan.

Tidak heran, kalau ada kucing rumahan yang tidak menengok atau datang jika dipanggil dengan namanya, karena kucing tersebut biasa diberikan makanan begitu saja tanpa ada suara, perintah, atau komando khusus seperti ‘pus’.

Oleh karena itu, bagi yang ingin kucingnya datang ketika dipanggil namanya, harus dibiasakan memanggil namanya ketika diberikan makan.

Kalau sudah terbiasa datang ketika dipanggil, maka coba tanpa makanan. Jika kucing datang, maka elus-eluslah dia supaya dia tetap merasa senang dan disayangi.

Bisakah Perempuan Mengalami Mimpi Basah?

Mimpi basah selama ini selalu identik dengan laki-laki yang sudah mengalami pubertas. Tapi mungkin banyak orang yang bertanya, bisakah perempuan mengalami mimpi basah?

Mimpi basah (orgasme spontan) atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan emisi nokturnal, merupakan pengeluaran cairan semen di waktu tidur yang biasanya terjadi ketika seorang anak laki-laki sudah memasuki masa pubertas.

Tapi ternyata emisi nokturnal atau mimpi basah juga bisa terjadi pada perempuan. Tidak seperti ejakulasi pada laki-laki, emisi nokturnal pada perempuan terjadi karena adanya lubrikasi (pelumasan) pada vagina.

Pada laki-laki, emisi noktural biasanya terjadi karena adanya tekanan atau stimulasi pada alat kelamin oleh kasur atau seprai, mimpi erotis, kandung kemih penuh atau kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual.

Tapi seperti dilansir dari WomenHealthZone, pada perempuan lebih karena adanya kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual yang tejadi sebelum ia beranjak ke tempat tidur, yang akhirnya akan menyebabkan terjadinya mimpi erotis.

Mimpi basah terjadi ketika seseorang mengalami tahap tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang dalam dan terjadi mimpi, laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan bola mata yaang cepat.

Perempuan juga bisa mengalami mimpi erotis dalam tidurnya. Tapi hanya sedikit perempuan yang dapat mengingat kejadian tersebut, bahkan ada yang lupa sama sekali. Hal inilah yang membuat orang menganggap bahwa perempuan tidak bisa mengalami emisi noktural alias mimpi basah.


Tapi mimpi basah pada perempuan adalah normal. Ini tidak berarti bahwa perempuan tersebut mengalami frigiditas (hilangnya minat dan respons seksual) ataupun nymphomania (gairah seksual berlebihan).

Penelitian telah menunjukkan bahwa 40 persen perempuan mengalami mimpi basah sebelum berusia 45 tahun. Tapi mimpi basah pada perempuan tidak terjadi sesering pada laki-laki, perempuan biasanya hanya mengalaminya beberapa kali dalam setahun.

Siklus sehat sakit


Kemarin, tim Program Diet Sehat berkesempatan mengikuti event Indonesia Spectaculars 2012, yang diselenggarakan di Jakarta Expo – PRJ, Kemayoran. Di salah satu sesi materi salah seorang pembicaranya, dr. Husni Muzakkir, memberikan informasi mengenai siklus sehat dan sakit. Gambarannya kurang lebih bisa Anda lihat pada gambar ilustrasi di atas. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
Idealnya dalam kehidupan kita, yang diinginkan oleh semua orang adalah tetap sehat sepanjang masa. Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil, dengan catatan semua nutrisi yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi. Bila tubuh kita mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya hingga ke tingkat sel, maka regenerasi sel akan berjalan dengan baik.
Daya tahan tubuh akan meningkat juga. Sel-sel yang rusak atau bagian-bagian tubuh yang rusak akan mengalami perbaikan dengan sendirinya (self healing). Karena tubuh kita adalah superkomputer canggih yang diciptakan oleh Tuhan. Tubuh mengerti harus melakukan apa bila kita akan atau sedang sakit. Tapi hal ini bisa terjadi, hanya bila nutrisi seimbang yang diperlukan tubuh dipenuhi.
Namun, bila semua nutrisi yang diperlukan hingga ke tingkat sel tidak dipenuhi, maka sel-sel tidak bisa bekerja maksimal. Maka jangan heran bila masyarakat modern saat ini yang:
  • sudah biasa mengonsumsi makanan tidak sehat
  • pola makan tidak sehat
  • gaya hidup juga tidak sehat,
  • selalu “diracuni” oleh lingkungan hidup
Pada akhirnya mereka jadi lebih mudah sakit. Daya tahan tubuh rendah. Stamina tidak terjaga. Akhir dari semua ini jadi bergantung dengan obat-obatan yang diberikan oleh dokter.
Ketika kita sakit, maka kecenderungannya adalah kita kemudian mengonsumsi obat dokter untuk sembuh. Disisi lain memang benar, kita sembuh. Tapi yang kita atas bukan akar permasalahan. Kita hanya mengatasi masalah di luar, sementara di dalam masih penuh dengan masalah. Tidak memerlukan waktu yang lama hingga Anda akan kembali menjadi sakit. Mengapa demikian? Tidak lain karena nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel tubuh Anda, tidak terpenuhi.
Mengonsumsi obat-obatan dokter juga tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada ialah kita menambah racun di dalam tubuh kita. Cobalah mengonsumsi obat-obatan dokter dalam waktu lama. Akan ada efek samping komplikasi yang Anda dapatkan. Masalah kesehatan di kemudian hari.
Sebagai contoh, para penderita sakit jantung yang terpaksa harus menggunakan obat dokter seumur hidup. Mau tidak mau mereka harus mengonsumsi obat dokter atau jantungnya tidak bisa bekerja dengan baik dan masalah kesehatan pun timbul. Bila mereka terus-terusan mengonsumsi obat jantung, maka yang akan jadi korban adalah ginjalnya. Kehendak hati agar jantung tetap sehat, yang terjadi ginjal malah bermasalah. Ini lingkaran setan, siklus sehat sakit akibat obat-obatan dokter.
Solusi akhir untuk memutus siklus ini adalah dengan MENGONSUMSI MAKANAN SEHATyang mengandung semua gizi atau nutrisi seimbang yang diperlukan tubuh kita hingga ke tingkat sel. Sehingga, sebagaimana yang dituliskan di awal, sel-sel di dalam tubuh kita bisa bekerja maksimal untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak atau tidak seimbang.

PROSES MENUJU SEHAT = PROSES MENUJU SAKIT

Saat seseorang sedang mengalami proses menuju sakit, biasanya yang sering dirasakan adalah pusing, tidak enak badan, panas, mual-mual, atau bahkan demam. Seluruh proses yang dirasakan ini, akan dialami kembali manakala seseorang beranjak dari posisi sehat sesudah sembuh (karena obat dokter) ke posisi sehat yang benar-benar sehat.
Siklus Sehat dan Sakit
Siklus Sehat dan Sakit
Obat dokter yang kita konsumsi, akan meninggalkan jejak di dalam tubuh. Itu adalah racun yang memiliki efek samping. Tidak hanya dari obat dokter, tapi dari makanan yang kita makan selama ini pun mungkin ada racun yang terselip di dalamnya. Mulai dari zat pengawet, zat pewarna, formalin, borax, dsb, yang tanpa kita sadar sudah mengonsumsinya.
Oleh karena itu, bila seseorang ingin benar-benar sehat, yang harus dilakukan adalah membuang seluruh racun-racun yang ada di dalam tubuh. Proses ini dinamakandetoksifikasi. Barulah kemudian bila racun-racun yang ada di dalam tubuh sudah dibersihkan, tubuh bisa benar-benar menjadi sehat. Nah, saat proses detoksifikasi ini terjadi, gejala yang dirasakan cenderung sama dengan gejala ketika kita mengalami proses menuju sakit : pusing, mual-mual, tidak enak badan, panas, demam, dsb.
Setiap orang punya proses yang berbeda ketika detoksifikasi sedang berlangsung. Namun ini baik. Detoksifikasi tidak selamanya. Begitu tubuh sudah bersih dari racun-racun yang terdahulu, maka proses detoksifikasi selesai dan Anda akan menjadi lebih sehat dari sebelumnya.