Tampilkan postingan dengan label arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arkeologi. Tampilkan semua postingan

Dulu Kala, Gerbang Neraka Ada di Turki

Turki punya gerbang yang bisa membawa Anda langsung ke neraka. Peneliti Italia mengumumkan bahwa sebuah gerbang ke neraka telah terbuka dari reruntuhan di sebelah barat daya Turki. Gerbang yang disebut Pluto Gate ini ditemukan pada situs purbakala di kota Phrygian, Hierapolis yang sekarang disebut Pamukkale.

Kata Pluto sendiri berasal dari kata Plutonion dalam bahasa Yunani atau Plutonium dalam bahasa Latin. Pluto melambangkan gerbang menuju dunia bawah dalam tradisi dan mitos Greco-Roman.
Ilustrasi Pluto Gate - Gerbang menuju neraka terlihat di sebelah kanan

“Ruangan ini penuh dengan uap berkabut yang padat hingga menghalangi pandangan. Semua hewan yang melewati uap itu akan langsung mati. Aku melemparkan burung pipit ke dalamnya dan burung itu langsung mati dan jatuh,” tulis seorang ahli geografi Yunani Strabo.

Penemuan gerbang neraka ini dilakukan oleh arkeolog Italia di Istanbul Turki, yaitu tim yang dipimpin oleh Fransesco D’Andria profesor arkeologi klasik dari University of Salento.

“Kami menemukan Plutonium setelah merekonstruksi rute ke sebuah sumber air. Ternyata mata air Pamukkale yang mengeluarkan uap putih berasal dari gua ini,” ungkap D’Andria, seperti dilansir oleh Discovery News.
 
 
Di dalam gua tersebut peneliti juga menemukan sisa-sisa kuil, kolam renang, serangkaian prasasti yang didedikasikan untuk para dewa, Pluto dan Kore. Konon orang-orang hanya diperbolehkan menonton ritual suci dari jauh karena hanya para tetua keagamaan yang diperbolehkan berdiri di depan portal.

Beberapa ritual yang dilakukan dalam gua ini adalah dengan membawa hewan masuk dalam keadaan hidup, kemudian mengeluarkan mereka dalam keadaan mati. Asap dalam gua tersebut memang sangat mematikan, sehingga jika terlalu dekat, karbondioksida akan membunuh semua makhluk hidup.

Dulu dipercaya bahwa hanya para kasim Cybele, dewi kesuburan kuno, yang mampu memasuki gerbang neraka tanpa mengalami luka atau mati. Mereka menahan napas selama mungkin. Selain bisa menyebabkan kematian, uap yang muncul dari gua ini bisa menyebabkan halusinasi dalam skala kecil.

“Ini adalah penemuan yang luar biasa karena menegaskan dan menjelaskan informasi yang kita dapatkan dari sumber sastra sejarah kuno,” jelas Alister Filippini, peneliti sejarah Romawi di Universities of Palermo, Italia.




 

Kanibalisme India, Kekejaman Di balik Kemajuan Peradaban Kuno

Berbagai penemuan peradaban kuno di India masih diselimuti misteri. Berbagai teori mengemuka, masyarakat Indus sebenarnya sudah sangat maju dibanding kondisi kita saat ini. Masih ingat artikel misteri teknologi india kuno tentang kemungkinan interaksi dengan mahluk planet lain? 

Namun, peradaban kuno bisa jadi tidak selamanya menempatkan hak individu setara antarmanusia. Perbudakan, bahkan kanibalisme merupakan sisi kelam warisan masa lalu.
 

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Paleopathology menunjukkan sisi kelam dari peradaban Indus. Masyarakat setempat diperkirakan sudah terbiasa dengan budaya kekerasan.

Hal ini berdasarkan pemeriksaan terhadap 18 tengkorak manusia Indus yang tinggal di Harappa --salah satu pusat kota paling berpengaruh di Indus. Kerangka yang diteliti berasal dari tahun 1900 hingga 1700 Sebelum Masehi.

Salah satu tengkorak ini adalah anak-anak berusia antara empat hingga enam tahun, yang pecah dan hancur akibat benda seperti senjata. Satu tengkorak wanita dewasa juga memperlihatkan bekas pukulan hebat dengan kekuatan besar. Sedangkan satu tengkorak laki-laki paruh baya memiliki hidung patah dan rusak di bagian dahi yang disebabkan benda berujung tajam.

Dikatakan Gwen Robbins Schug sebagai pelaku penelitian dari Appalachian State University, AS, penemuan ini menumbangkan mitos kehidupan penuh damai di Indus.

"Kekerasan merupakan bagian dari kehidupan di Harappa," kata Schug yang melakukan penelitian bersama mahasiswa pascasarjana, Kelsey Gray, dan Veena Mushrif-Tripathy dari Deccan College, India.

Studi yang menyimpulkan kedamaian di Indus akan terbit pada Mei 2013 mendatang dalam Journal of Archaeological Science. Dikatakan pemimpin penelitian jurnal ini, Mark Kenoyer, dari University of Wisconsin–Madison, AS, Harappa merupakan lokasi titik temu.

Banyak warga desa yang pindah menuju Harappa dan menjadi bukti pertama perpindahan manusia dari desa ke kota. Kenoyer dan koleganya berkesimpulan bahwa Harappa memiliki sistem di mana perempuan memiliki peran lebih kuat dari kaum lelakinya.





 


Sumber:
kompas

Kota Ur Ditemukan, Muasal Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim atau Abraham, dikisahkan dalam kitab-kitab suci samawi diperintahkan untuk hijrah, keluar dari kota kelahirannya oleh Tuhan, Allah SWT.  Ia dijanjikan tanah yang lebih baik untuk kelangsungan kaumnya sebagai penyembah Tuhan yang monolitik.

Menarik, para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah kompleks bangunan dekat kota kuno Ur di Irak selatan, yang menjadi tempat tinggal dari Nabi Ibrahim.
 

Struktur itu diduga menjadi pusat pemerintahan Ur sekitar 4.000 tahun lalu. Menurut Alkitab, masa itu Abraham tinggal di sana sebelum berangkat menuju Kanaan.

Kompleks itu dekat lokasi Ziggurat yang sedang direkonstruksi, atau kuil Sumeria, kata Stuart Campbell dari Departemen Arkeologi Universitas Manchester, yang memimpin penggalian.

"Ini adalah penemuan yang menakjubkan," kata Campbell, Kamis, 4 April 2012. Kompleks itu begitu luas, sekitar ukuran lapangan sepak bola atau sekitar 80 meter di setiap sisi. Para arkeolog mengatakan kompleks seukuran dan seusia itu merupakan hal yang langka.

"Tampaknya itu adalah semacam bangunan publik. Ini mungkin merupakan gedung administrasi, mungkin memiliki hubungan agama atau pengawasan barang ke kota Ur," katanya kepada The Associated Press.

Kompleks ruangan di sekitar halaman besar itu ditemukan 20 kilometer dari Ur, ibu kota terakhir dari dinasti kerajaan Sumeria yang peradabannya berkembang 5.000 tahun yang lalu.

Artefak ditemukan di situs purbakala dekat rumah Nabi Ibrahim.Campbell mengatakan salah satu artefak yang mereka temukan adalah sebuah plakat liat berukuran 9 sentimeter yang menunjukkan seseorang mengenakan jubah panjang mendekati tempat suci.

"Selain artefak, situs itu dapat mengungkapkan kondisi lingkungan dan perekonomian daerah itu melalui analisis sisa-sisa tanaman dan hewan," ujar tim arkeologi.

Penggalian dimulai bulan lalu ketika satu tim Inggris beranggotakan enam orang bekerja sama dengan empat arkeolog Irak memelakukan penggalian di Tell Khaiber, provinsi Thi Qar, sekitar 320 kilometer di selatan Baghdad.

Tim Campbell adalah penggalian arkeologi tim Inggris pertama di Irak selatan sejak tahun 80-an. Penggalian itu juga diarahkan oleh Dr Jane Moon dari Manchester University dan arkeolog independen Robert Killick.

Dekade perang dan kekerasan telah membuat arkeolog internasional menjauh dari Irak, yang menjadi lokasi banyak situs arkeologi yang belum tereksplorasi. Namun, penggalian itu menunjukkan bahwa misi kolaboratif tersebut masih mungkin dilakukan di beberapa bagian Irak yang relatif stabil, seperti yang didominasi Syiah di selatan.

Penemuan-penemuan tersebut semakin mengungkap sejarah manusia berabad lalu, ketika paganisme masih dianut sekian banyak orang, ketika kitab-kitab suci belum lahir di muka bumi.




 

Sumber:
tempo

Ternyata Kelinci Pembunuh Nenek Moyang Kita

John Fa, peneliti dari Durrell Wildlife Conservation Trust di Jersey, berdasarkan hasil penelitiannya mengklaim bahwa Neanderthals, moyang manusia, punah gara-gara kelinci. Bagaimana bisa?

Fa meneliti tulang belulang hewan yang ditemukan di tiga lokasi penggalian di Spanyol dan Perancis. Dia menemukan bahwa sekitar 30.000 tahun lalu, mamalia besar seperti rusa melimpah di gua. Namun, pada masa berikutnya, mamalia besar mulai jarang ditemui.

 
 Ilustrasi / petsugar.com

Fa berpendapat, kemampuan beradaptasi untuk berburu mamalia berukuran kecil memegang peranan penting dalam kesintasan spesies. Sementara manusia modern pintar beradaptasi, tak demikian halnya dengan Neanderthals.

"Ketergantungan yang tinggi pada perburuan dan konsumsi mamalia besar oleh kelompok kerabat manusia tertentu membatasi kesintasannya ketika mangsa pilihannya menjadi terbatas," papar Fa seperti dikutip Daily Mail.

Fa mengungkapkan, pada masa Neanderthals, jumlah kelinci melimpah. Namun, moyang manusia tersebut tidak mampu atau tidak mau memanfaatkannya. Hal tersebut berkontribusi pada punahnya Neanderthals.

"Analisis tulang yang ditemukan selama ekskavasi di Iberia menunjukkan bahwa kelompok kelinci adalah bagian diet penting dari spesies dengan anatomi manusia modern. Namun, hewan itu relatif tak digunakan selama masa Mousterian, ketika Neanderthals eksis," papar Fa.

Fa tak mengetahui dengan jelas mengapa Neanderthals tak bisa memanfaatkan kelinci. Menurut Fa, Neanderthals kurang memiliki taktik untuk menangkap hewan itu. Adapun manusia modern diduga tak memanfaatkan panah untuk berburu kelinci, tetapi menggunakan api, asap, dan anjing. 







Sumber:

5 Penemuan Arkeologi yang Masih Misteri

Kemajuan teknologi dan sains boleh bangga dengan berbagai kemajuan yang dulu hanya jadi khayalan belaka. Pesawat terbang, eksplorasi ke bulan dan planet lain, hingga penciptaan manusia cyborg jadi contoh kemajuan tersebut.

Namun, kita belum bisa menjawab tuntas asal-usul kehidupan. Dan, ketika diyakini berabad-abad lampau pengetahuan belum maju, mengapa lantas muncul penemuan arkeologi yang memutar-balikkan fakta yang ada. Apakah manusia dulu sangat terbelakang, atau justru sudah sangat maju? Atau, mungkinkah ada peradaban lain di masa lalu? 5 Penemuan arkeologi di bawah ini sebagai contohnya.




1. The Voynich Manuscript


 The Voynich manuscript adalah buku kuno yang terbukti sukses membuat para ilmuwan terlihat bodoh. Manuskrip ini merupakan sebuah buku teks yang menyimpan misteri dan maksud didalamnya, terdapat juga ilustrasi didalam buku kuno ini.       


Sebenarnya tulisan tersebut merupakan bahasa, tapi tak seorangpun tahu maksudnya. Dan pasti ada maksud dibalik tulisan tersebut. Tak ada kepastian siapa yang menulis ini, bahkan kapan buku tersebut ditulis.

Manuskrip Voynich diperkirakan ditulis antara tahun 1450 sampai tahun 1520 oleh pengarang yang tidak diketahui dalam bahasa dan sistem penulisan yang tidak diketahui. Manuskrip ini telah dipelajari oleh banyak kriptografer profesional dan amatir. Namun sampai saat ini belum ada yang dapat memecahkan artinya.



2. The Antikythera Mechanism

 
Antikythera mechanism adalah pecahan mesin tua yang ditemukan di bangkai kapal dekat Yunani, yang akhirnya diketahui barang tersebut berasal dari 100 tahun sebelum masehi.

Bisa dibilang, Antikythera mechanism merupakan komputer analog kuno yang dirancang untuk menghitung posisi astronomi. Nyatanya baru sebatas itulah para ahli bisa menebak. Sampai saat ini tak satu pun orang tau di mana Antikythera mechanism dibuat.

Profesor Michael Edmunds dari Cardiff University, yang memimpin sebuah studi tahun 2006 dari mekanisme, mengatakan, "Perangkat ini hanya luar biasa, satu-satunya dari jenisnya. Desain indah, astronomi yang tepat. Cara mekanik dirancang hanya membuat mulut Anda ternganga. Siapapun yang membuat ini telah dilakukan sangat hati-hati ... dari segi nilai sejarah dan kelangkaan, saya harus menganggap mekanisme ini lebih berharga daripada Mona Lisa."

 
3. The Baigong Pipes
 

Di suatu area di China, di wilayah yang tak dihuni penduduk, terdapat tiga pintu pipa segitiga yang dipenuhi besi dan rongsokan yang sudah berkarat di sekitar tepi gunung. Beberapa pipa menusuk jauh ke dalam gunung. Tapi beberapa pipa malah menyambung ke sebuah kolam danau yang asin.

Masih banyak lagi pipa-pipa  yang tidak diketahui letaknya. beberapa ada yang panjangnya 40cm, dan beberapa ada juga yang lebih pendek, tapi sepertinya pipa diletakkan untuk menyusun sebuah bentuk tertentu.

Masalahnya pipa itu diketahui dibuat dari zaman batu, suatu era ketika bingung bagaimana cara memasak daging dengan matang tanpa membakar rambutnya sendiri. Sehingga banyak teori beredar bahwa tempat ini jadi landasan UFO.



4. The Giant Stone Balls of Costa Rica
 
 
Batu bulat (atau bola batu) dari Kosta Rika adalah sekelompok batu berbentuk bulat yang berjumlah lebih dari tiga ratus di Kosta Rika, ditemukan di delta Diquis, Isla del Caño. Penduduk setempat menyebutnya Las Bolas, dan juga disebut Bola Diquis. Benda tersebut merupakan hasil karya kebudayaan Isthmo-Kolombia yang terkenal.


Batu-batu tersebut dipercaya telah dibentuk antara masa 200 SM hingga 1500 M. Satu-satunya cara tersedia untuk menentukan waktu pembuatan batu tersebut adalah stratigrafi, dan kebanyakan batu tersebut kini tidak lagi berada di tempatnya semula. Kebudayaan masyarakat yang membuat batu tersebut lenyap setelah kedatangan bangsa Spanyol.

Beberapa mitos beredar seputar batu tersebut, misalnya konon mereka datang dari Atlantis, atau mereka dibuat secara alami oleh alam. Legenda setempat menyatakan bahwa pribumi di sana memiliki obat yang mampu melunakkan bebatuan.

Kebulatan batu-batu tersebut dinyatakan sempurna, atau sangat mendekati sempurna, meskipun beberapa batu diketahui bervariasi antara 5 sentimeter (2.0 in) pada diameternya.



5. The Baghdad Batteries  

The Baghdad Batteries adalah sebuah artifact yang ditemukan di Mesopotamia yang diketahui dibuat pada zaman awal masehi. Benda ini seperti perlengkapan orang mesir zaman dahulu ketika berpergian.

Ketika seorang arkeologis sadar dia bukan hanya menganalisa sebuah pot, dia langsung kaget ketika menyadari bahwa benda itu adalah sebuah baterai. Pot tersebut berisi cairan baterai seperti cairan acid corrosion.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana manusia pada zaman itu bisa membuat cairan baterai dan menggunakannya sebagai lampu?




 


Kulkas Raksasa di Negeri Iran Kuno

Sebelum penemuan kulkas, es adalah komoditas berharga yang tidak bisa dengan mudah diperoleh atau dibuat, terutama selama musim panas. Untuk mengawetkan daging dan bahan makanan lainnya blok besar es harus diimpor jauh-jauh dari negara-negara Skandinavia dalam lingkaran Arktik.

Misalnya di Eropa, es didatangkan dari Norwegia. Di Rusia, mereka memperolehnya dari Sungai Neva, dan di India mengambil dari pegunungan Himalaya.
 
 
Iran, dengan iklim cukup ekstrim yang susah air walau saat musim dingin sekalipun, mempunyai cara yang unik dan pintar dalam mempertahankan es yang mereka impor. Mereka mempunyai bangunan khusus layaknya kulkas raksasa yang bisa menjaga es tetap tersedia sepanjang tahun.

Selama musim dingin, es dan salju dibawa ke dalam rumah es tersebut, dikemas dengan jerami dan serbuk gergaji. Rumah-rumah es macam ini mulai dibangun sejak abad 17 SM. Terbuat dari lumpur yang dibentuk jadi batu bata. Berbentuk kubah dan di bagian dalamnya membentuk sumur yang dalam.
 


 

 
 
Selain sebagai tempat pendinginan, masyarakat Iran kala itu bisa membuat es sendiri. Di belakang rumah es ada saluran untuk menuang air ke dalamnya selama musim dingin. Karena terlindung, air tersebut membeku. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga musim panas tiba dan ada persediaan es yang cukup.

Terdapat lebih dari 100 rumah es di seluruh Iran, namun kini banyak yang rusak. Bahkan beberapa hanya dijadikan tempat pembuangan sampah.



 
 
 
 

Seperti Ini Rupa Burung Tertua Dalam Sejarah?

Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.

Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya. 
 
 
 
Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.

Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.

Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.

Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.

"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.

"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.

Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.
 
 
 
 
 
 
 
Sumber:

Nenek Moyang Asia dan Amerika? Asalnya dari Cina

Sebuah kesimpulan baru dibuat para ilmuwan setelah memperoleh hasil dari analisis DNA. Ternyata nenek moyang bangsa Asia dan Amerika asli adalah sekelompok manusia yang hidup di China 40.000 tahun yang lalu.

Analisis genetik mengungkap bahwa manusia yang hidup di wilayah Beijing itu secara genetik sudah berbeda dengan nenek moyang bangsa Eropa.
 
 
zkd.cn
 
Ilmuwan meneliti sampel DNA inti dan mitokondria dari fosil tulang kaki manusia di Gua Tianyuan, China, yang ditemukan tahun 2003. Ilmuwan menyusun profil genetik dari fosil dan membandingkan dengan manusia saat ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara genetik terdapat hubungan antara manusia Gua Tianyuan dan bangsa Asia dan Amerika asli.

Menurut ilmuwan, manusia dari China tersebut hidup di periode evolusi dan penyebaran manusia yang sangat menarik.

"Manusia ini hidup di masa transisi penting dalam evolusi manusia ketika manusia modern yang memiliki kemiripan dengan manusia purba seperti Neanderthal, menyingkirkan Neanderthal, serta Denisovan yang kemudian punah," kata Svante Paabo, pimpinan tim riset dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, di Leipzig

Sejauh ini, ilmuwan sudah menemukan beberapa fosil manusia Eurasia dari masa 40.000-50.000 tahun lalu. Namun, hubungan genetik antara manusia modern saat itu dan saat ini belum diketahui dengan pasti.

"Analisis lebih lanjut dengan fosil lain manusia modern awal di Eurasia akan membantu melengkapi pemahaman kita tentang kapan dan bagaimana manusia modern menyebar di Eropa dan Asia," ungkap Paabo seperti dikutip AFP

Analisis juga mengungkap bahwa proporsi genetik Neanderthal dan Denisovan yang didapatkan pada manusia China tersebut tak lebih tinggi dari manusia modern saat ini.





 
 
Sumber:
kompas

Jembatan Purba Ini Usianya Lebih dari 1 Juta Tahun

Ada sebuah jembatan yang disebut Adam Bridge, atau dikenal juga dengan Rama Bridge penuh misteri. Alasannya, karena umur jembatan ini diperkirakan lebih dari 1 juta tahun.

Letak Adam Bridge sepanjang 30 Km ini menghubungkan antara Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India). Strukturnya  sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena kedudukannya yang tidak terlalu dalam.

 


Status jambatan ini masih merupakan misteri sehingga kini. Menurut tafsiran, Adam Bridge mempunyai kaitan dengan mitos terkenal India, Ramayana.

Yang bikin heboh, Srilankan Archeology Department mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan usia Adam Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun. Yang menjadi pertanyaan, apakah jambatan ini benar-benar terbentuk oleh proses alam atau ciptaan manusia?

S.U.Deraniyagala, Pengarah Pusat Arkeologi Sri Lanka yang juga merupakan pengarang buku “Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun lalu.
Pertentangan: Menurut para sejarawan peradaban paling awal di benua India adalah peradaban bangsa Ca.


Para sarjana menaksirkan bahawa kemungkinan jambatan purba ini dibangunkan setelah daratan Sri Lanka terpisah daripada India jutaan tahun silam.


Epos Ramayana
Di dalam Epos Ramayana,jambatan itu dibangun oleh para pasukan manusia kera dibawah pengawasan Rama. Maksud dari pembangunannya sendiri ialah sebagai tempat penyeberangan menuju Negeri Alengka dalam misi untuk menyelamatkan Dewi Shinta, yang saat itu diculik oleh Rahwana, Raja Kerajaan Alengka.

Epos Ramayana, menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tredha Yuga (menurut cakram masa evolusi hindu/ cakram Hinduism tentang Epos tersebut terbagi menjadi empat: Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (864.000 tahun) dan Kali (432.000 tahun).





 


Sumber:

Aborigin Keturunan India ?

Sebuah hipotesa baru-baru ini dilontarkan para peneliti, bahwa suku asli Australia Aborigin berasal dari Asia, tepatnya India.

Studi genetik ini ditulis dalam laporan Akademi Nasional Ilmu Pengetahuan, dan menyebutkan bahkan dingo - anjing liar Australia - juga dibawa oleh pendatang dari India. Alasannya karena catatan fosil memperkirakan anjing liar itu tiba di Australia dalam waktu yang hampir bersamaan.
 

 australiacultures.com

Studi ini menunjukkan bahwa DNA dari suku asli Australia Aborigin mengungkapkan adanya perpindahan orang dari India sekitar 4000 tahun yang lalu.

Peneliti juga  memperkirakan imigran dari India kemungkinan membawa peralatan batu yang disebut microliths ke kediaman mereka yang baru.

Padahal sebelumnya banyak ahli yakin benua Australia terisolasi cukup lama, seperti dijelaskan Prof. Mark Stoneking, dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman berikut ini, "Untuk waktu yang lama, telah muncul dugaan mengenai kolonialisasi awal, Australia terisolasi seperti tak adanya bukti yang cukup atau kontak dengan dunia luar."

Dalam melakukan studi mengenai asal usul populasi Australia, tim membandingkan materi genetik dari suku asli Aborigin Australia dengan orang-orang dari Papua Nugini, Asia Tenggara dan India.

Dengan mengamati lokasi yang spesifik, yang disebut pembuat genetik, dalam rangkaian DNA, para peneliti dapat melacak gen untuk mengetahui siapa yang paling dekat hubungannya.

Mereka menemukan asosiasi genetik nenek moyang antara Papua Nugini dan Australia, yang diperkirakan sekitar 35.000 sampai 45.000 tahun lalu. Pada saat itu, Australia dan Papua Nugini merupakan pulau yang menyatu, disebut sahul, dan berkaitan dengan periode ketika manusia pertama tiba.

Tetapi para peneliti juga menemukan gen dengan jumlah yang cukup banyak antara India dan Australia.

Prof Stoneking mengatakan :"Kami mendapatkan sinyal yang jelas dengan melihat sejumlah gen penilai dari seluruh genetika bahwa adanya kaitan antara India dan Australia antara periode 4.000 sampai 5.000 tahun yang lalu."

Dia mengatakan bahwa data genetik tidak dapat menemukan rute India dapat mencapai benua itu, tetapi itu merupakan bukti bahwa Australia bukanlah tidak terhubung seperti asumsi sebelumnya.

"Hasil kami menunjukan bahwa adanya orang yang memberikan sebuah kontribusi genetis kepada orang Australia dari India," jelas Prof Stoneking.




 

Sumber:
bbc

Apakah Raksasa Benar-benar Ada?

Mungkinkah dulu benar ada raksasa? Kisah soal raksasa selalu hidup dalam folklor di seluas bumi. Wujudnya bukan sekadar setinggi pemain basket NBA, tapi lebih besar dari itu. Bisa mencapai 3 meter lebih.

Selain termuat dalam legenda, Kitab-kitab suci agama samawi seperti Alkitab (Holy Bible) dan Al Quran memuat kisah tentang raksasa. Yang menjadi masalah, adakah bukti arkeolog yang menunjang kebenaran kisah tersebut?

Kisah Guliver seperti legenda raksasa / guardian.co.uk



Sebelumnya, kita lihat beberapa uraian legenda sesuai mitos yang berkembang serta termuat dalam kitab suci.


Raja Og, Antara Mitos Raksasa Dan Kenyataan
Beberapa Alkitab (termasuk kitab Apokrif) menyebutkan tentang Nefilim yang digambarkan sebagai Raksasa. Kitab Henokh menyebutkan ukuran mereka sangat mengerikan.

Suku Nefilim yang tercatat dalam Alkitab antara lain Refaim (Rephiam, yang paling dikenal), Anakin, AVIM, Emim, Gibborim, Horim, Zamzummim dan Zuzim. Mereka dipimpin oleh Raja Og dari Basan yang juga berasal dari Refaim.

Menurut cerita rakyat, Raja Og memiliki tempat tidur yang sangat besar terbuat dari kerangka besi, mungkin panjangnya berkisar 14 kaki dan lebarnya 6 kaki.

Salah satu contoh sosok raksasa adalah Goliath. Sesuai kisah Taurat (Perjanjian Lama), Daud yang berhasil membunuh Goliath menghantarnya menjadi raja di Israel.

Dan setelah Raja Daud tidak ada pernyataan yang menyebutkan tentang Nephilim di Tanah Suci. Kemudian Raja Og merupakan Refaim terakhir, tapi menurut Alkitab dia bukan Nephilim, hanya merupakan garis keturunannya.

Cerita rakyat tentang manusia raksasa tercatat setelah tahun 900 SM. Nabi Musa dikatakan sebagai manusia yang membunuh raksasa Raja Og, dan meninggal pada usia 120 tahun atau disekitar tahun 1300-1400 SM yang mendahului Zaman Besi diwilayah Levant.

Daud dan Goliath


Tahun yang merujuk pada sejarah kuno Raja Og masih merupakan pendapat dan interpretasi, bahkan tanggal Exodus (Mesir) juga tidak pasti. Hal tersebut dikaitkan dengan Nabi Musa yang membuat ular perunggu untuk melindungi manusia dari kematian akibat gigitan ular.

Zaman Perunggu Akhir terjadi diwilayah Levant sekitar tahun 1150 SM, dan menurut arkeologi Nabi Musa hidup diantara Zaman Perunggu dan Zaman Besi. 

Jika menggunakan penanggalan Mesir maka Nabi Musa hidup sebelum Zaman Besi dan tidak mungkin membunuh Raja Og, atau legenda ini ditulis pada Zaman Besi yang mencakup cerita sebelumnya, kemudian tempat tidur besi ditambahkan ke dalam ratusan jenis cerita (mungkin sudah berubah dari generasi sebelumnya, tapi inti cerita tetap sama). Dan asumsi terbaik, bahwa Musa dan Raja Og hidup di Zaman Besi yang nantinya ikut membawa cerita tentang Gilgal Rephaim.



Raja Og Hidup Diantara Nuh, Ibrahim Dan Musa
Ada banyak cerita Mitos Raja Og diantaranya tercatat dalam literatur Rabbinical, Perjanjian Lama, literatur Islam dan beberapa tercatat dalam literatur di luar Alkitab. Dalam semua cerita disebutkan bahwa Raja Og adalah raksasa, bahkan Og berada di zaman Nabi Nuh. Og telah diselamatkan dari banjir dengan bantuan Nuh, kisah ini disebabkan teka-teki Nefilim (Nephilim) yang menyebutkan bahwa ‘Nefilim selamat dari banjir besar ketika orang lain tewas’.

Sebagai paradoks, sebagian pendapat justru meyakini banyak golongan raksasa ini mati saat banjir besar Nuh itu datang (lihat penjelasan versi Islam di bawah).

Bagaimanapun, semua filosofis itu terlihat sama, bagaimana menggambarkan Nefilim yang ada sebelum banjir dan Nefilim yang hidup sesudah bencana banjir.

Yang paling ganjil adalah: bahwa mitos ini menggabungkan Raja Og dari Basan, dalam setiap mitos Nefilim menjelaskan cerita tersbut tetapi secara khusus diidentifikasi sebagai Raja Og. Mitos yang lebih membingungkan tercatat dalam literatur Rabbinical, bahwa Raja Og melarikan diri ke Palestina di mana tidak ada bencana banjir (dari Rashi ke Niddah).



Versi Islam
Menurut mitologi tradisi Islam, Raja Og disebutkan sebagai putra adik Nabi Nuh yang kemudian dibunuh oleh Musa. Mitos lain tentang Bahtera Nuh, bahwa salah satu wanita didalam bahtera sedang mengandung anak Nefilim yang akan menjadi istri Ham.

Tentunya Nefilim lahir dan hidup setelah bencana banjir. Cerita Nefilim tidak hanya dengan Nuh dan Ibrahim, tetapi secara umum menyatakan bahwa mereka benar-benar makhluk yang terkenal.

Sebagai referensi tambahan, sebagaimana dinyatakan Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa DIA pernah menciptakan manusia dalam ukuran besar. Mereka adalah kaum ‘Ad dimana Nabi Hud AS diutus di situ untuk menyeru manusia pada kebenaran.

Tubuh mereka berukuran besar, sangat tinggi dan kuat karena itu mereka bisa memeluk sebuah pohon besar dan mencabutnya. Kemudian, setelah Allah memberikan kekuatan pada mereka dengan melebihkan mereka dari umat yang lain, mereka berbalik menjadi umat pendurhaka, mendustakan serta menentang kenabian Hud AS. Sebagai hukumannya mereka kemudian diazab oleh Allah SWT.



Raksasa hasil perkawinan manusia dan malaikat?
Ada mitos misteri dibalik kelahiran Nuh, cerita ayah Nuh (Lamekh anak Metusalah). Sesuai dengan Kitab apokrif, ketika Nuh membuka matanya maka seluruh rumah bersinar seperti matahari.

Prasangka bahwa semua ini berkaitan dengan supranatural yang membuat ayah Nuh mempertanyakan kesetiaan istrinya. Dalam arti bahwa ia memiliki hubungan dengan malaikat karena Nuh akan dianggap bangsa Nefilim yang merupakan hasil perkawinan seorang wanita (manusia) dengan seorang pria (malaikat yang turun dari langit).

Ibu Nuh menyangkal dan semua itu dinyatakan oleh Idris (Henokh). Metusalah bertanya pada Idris (ayahnya) mengenai hal ini dimana Idris harus mengunjungi Surga, dan Idris menegaskan bahwa Nuh sebenarnya anak Lamekh.

Dilain sisi, pelanggaran hubungan antara manusia dan malaikat pemberontak terjadi di mana mereka turun dari surga menuju Gunung Hermon yang berdekatan dengan ujung utara Golan diwilayah Basan, dan kemungkinan Raja Og memiliki kelahiran yang sama dengan Nabi Nuh.

Penjelasan ini bisa ditelusuri lagi dengan membaca kitab Kejadian 6: 1-7. Kata-kata "anak-anak Allah" tampaknya mengacu pada malaikat - sesuai keterangan para sarjana agama.


Mitos versi lain
Mitos lain tentang Raja Og berkaitan dengan Ibrahim. Menurut cerita, Raja Og telah memberitahu Ibrahim tentang penculikan yang dilakukan Raja Kedorlaomer, hingga Raja Og dan Ibrahim sangat akrab. Ibrahim hidup di antara Nefilim yang kebetulan menghuni Kanaan, Raja Og di kedua cerita ini memiliki agenda tersembunyi.

Dalam cerita disebutkan, setelah Bahtera Nuh berlabuh akhirnya Og mencoba merayu Sarah, tak lain merupakan istri Nuh. Kemudian dimasa Ibrahim, Raja Og berharap bahwa Ibrahim akan dibunuh dalam upaya penyelamatan Lot dan agar bisa menikahi Sarah, istri Abraham. Tema cerita yang memiliki kesamaan nama istri para Nabi, mendasari seksual Nefilim.

Cerita rakyat menyatakan bawah Raja Og hidup selama 3000 tahun walaupun ada juga yang menyebutkan hanya 900 tahun. Og mungkin saja seorang prajurit yang luar biasa, raja yang diakui hingga tercatat dalam mitos fantastis, bahkan tertuang dalam Alkitab.

Hidupnya yang panjang memungkinkan dia berinteraksi dengan para pemimpin agama besar yang hidup di rentang waktu tersebut. Kronologi umur panjang Raja Og justru membuat arkeolog dan sarjana Alkitab kesulitan menemukan ‘siapa sebenarnya Raja Og’ untuk membuat suatu cerita yang akurat.


 Foto-foto yang diyakini sebagai hoax

Bukti Arkeolog
Sejauh ini belum ada pembuktian kongkrit dari para ahli tentang keberadaan fosil raksasa. Beberapa tahun lalu sempat beredar foto-foto yang membuktikan penemuan fosil raksasa, namun para ahli membantah dan ini hanya hoax belaka.

Ataukah mungkin sudah muncul penemuan lain yang mengarah pada keberadaan raksasa di jaman dulu? Misalnya penemuan jejak kaki raksasa pada bukit batu di Afrika Selatan, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi link berikut ini: giant-fossilized-human-foot-print-found-in-south-africa


Soal kebenarannya, kita tinggal menunggu penemuan arkeolog yang akhirnya membuktikan apa yang tertulis dalam kitab suci.





Telah Ditemukan Fosil Tengkorak Alien?

Hasil penggalian sejumlah arkeolog di dekat desa Onavas, Meksiko menghasilkan temuan menakjubkan yakni tengkorak dengan tempurung kepala lonjong ke atas. Akhirnya fosil alien, mahluk dari planet lain telah terbukti?

 Lebih jauh, tidak hanya satu melainkan 13 tengkorak dalam pemakaman ini. Bila dibayangkan, bentuk kepala lonjong itu mengingatkan pada berbagai film fiksi Hollywood tentang alien.



Nyatanya, para peminat UFO harus siap-siap kecewa. Karena temuan tersebut tidak membuktikan keberadaan alien di masa lalu, melainkan keragaman budaya yang pernah ada di wilayah Amerika Selatan. Beberapa catatan tertulis bertanggal hingga 400 SM pernah dideskripsikan Hippocrates soal kepala panjang.

Demikian pula fosil yang ditemukan di Meksiko, ini merupakan bagian dari ritual budaya masyarakat Chinookan. Pada masa tersebut ada anak-anak yang dipaksa memiliki kepala lonjong. Caranya dengan meratakan bagian kepala atas. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah.



Penggunaan papan kayu berguna untuk menekan (press) bagian tempurung hingga bisa berbentuk lonjong. Biasanya prosesi ini dilakukan saat masih anak-anak, karena tulang kepala mereka belum keras seperti milik orang dewasa. Tujuannya adalah sebagai pembeda dalam status sosial di masyarakat.

Pastinya metode ini penuh resiko tinggi. Bila tak berhasil maka si anak bisa mati. Para peneliti percaya dengan menemukan banyaknya tengkorak rusak karena mati muda. Selain pembentukan kepala lonjong, para peneliti juga melihat kemungkinan ritual pemotongan gigi berlaku pada masa tersebut dari hasil temuan.

Fosil-fosil tersebut diperkirakan lebih dari 1000 tahun lalu. Chinookan termasuk dari bagian suku Maya.





Sumber:
dailymail
allphotos: 

Mengenal Kitab Kematian Bangsa Mesir

Apa sebenarnya isi Kitab Kematian dari bangsa Mesir (Book of the Dead)? John Taylor (dari Museum Inggris) dan Ahmed Osman (sejarawan, dosen, Egyptologist Inggris) akan menjelaskan secara rinci tentang Kitab Kematian yang dianggap sakral dalam dunia magis, dikutip dari laman cutpen.

Agama Mesir merupakan kepercayaan politeistik, ratusan dewa dan dewi disembah di sepanjang lembah Nil. Para Dewa diyakini menampakkan diri dalam gambar tertentu dan seniman menggambarkannya dalam bentuk patung.

 
 Kitab Kematian Mesir, Pinedjem II Dynasty ke-21, Circa 990-969 SM / Photo: British Museum


Mereka menganggap akhirat sebagai bagian dari perjalanan untuk mencapai surga, perjalanan yang berbahaya sehingga memerlukan magis sepanjang perjalanan.

Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki, selain tubuh fisik, yang bersifat rohani ganda. Menganggap nama dan bayangan seseorang sebagai entitas yang hidup, bagian dari eksistensi spiritual, bukan hanya bahasa dan fenomena alam. Anggapan bahwa kematian hanya sebagai gangguan sementara, bukan penghentian hidup yang lengkap, dan percaya bahwa setelah kematian mereka akan menghadapi pengadilan di dunia bawah sebelum dewa Osiris dan 42 hakim di Aula Pengadilan.

Kitab Kematian biasanya menggunakan gulungan papirus dengan berbagai mantra tertulis di atasnya, dalam naskah hieroglif. Biasanya memiliki ilustrasi berwarna yang indah, sangat mahal sehingga hanya digunakan bagi mereka yang kaya dan berstatus tinggi. Hal ini bergantung pada pada kekayaan masing-masing, bisa membeli papirus yang sudah diisi mantra atau bisa menghabiskan banyak uang untuk memilih mantra yang diinginkan.

Beberapa mantra memastikan mereka untuk mengontrol tubuh setelah kematian. Orang Mesir kuno percaya bahwa seseorang terdiri dari elemen berbeda yaitu tubuh, roh, nama, hati, semua itu perwujudan seseorang, dan mereka takut bahwa elemen-elemen tersebut akan menghilang setelah kematian. Ada banyak mantra untuk memastikan mereka agar tidak kehilangan kepala atau hati dan tidak membusuk, serta mantra lain tentang menjaga hidup dengan menghirup udara, memiliki air minum dan makanan.

Ada juga mantra yang melindungi diri sendiri karena menurut orang Mesir kuno, mereka akan diserang dalam perjalanan ke akhirat melalui berbagai media seperti binatang buas, diserang oleh dewa atau setan yang melayani dewa. Dalam dunia berikutnya ada banyak dewa yang menjaga gerbang yang harus dilewati, dan jika tidak memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan, dewa-dewa itu akan menyerang, mereka memiliki pisau dan ular di tangan. Hal ini didasarkan pada ancaman yang mereka ketahui dalam kehidupan nyata, hanya jauh lebih menakutkan dan jauh lebih berbahaya.

Tanpa mantra yang benar mereka bisa dihukum, seperti disimpan di blok pembantaian, dipenggal kepalanya, atau bisa terbalik (proses pencernaan juga terbalik, sehingga harus makan kotoran dan minum air kencing selamanya).


 
Mantra dari Papyrus Ani / wikipedia


Perintah Dewa

Menurut Ahmed Osman (sejarawan, dosen, peneliti, penulis, Egyptologist Inggris), bahwa sepuluh Perintah Dewa merupakan perintah kepada manusia yang diberikan dalam bentuk imperatif. Mantra Mesir menggunakan kalimat seperti ‘Jangan membunuh, Engkau tidak berzinah, Jangan mencuri, Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu’. Mereka akan berkata:

Salam untukmu, Dewa yang besar, Tuhan Dua Kebenaran. Aku datang kepadamu, Tuhanku, supaya engkau membawa saya untuk melihat keindahan-Mu. Aku mengenal Engkau, aku tahu nama-Mu, aku tahu nama-nama 42 Dewa yang berada dengan Engkau di aula Dua Kebenaran yang luas… Lihatlah, Aku datang kepadamu. Saya telah membawa kebenaran kepadamu, aku telah melakukan dosa bagi Mu. Aku tidak berdosa terhadap siapapun. Saya bukan orang teraniaya. Aku tidak melakukan kejahatan, bukan kebenaran…




 


Sumber:
cutpen

Mencari Titik Terang Air Bah dan Bahtera Nuh

Cerita Nabi Nuh dan banjir besar merupakan kisah paling terkenal yang bersumber dari kitab suci agama-agama samawi. Bukan itu saja, mitologi dari berbagai suku tua dunia juga menceritakan turun-temurun soal air bah tersebut.

Kutipan dari kitab suci misalnya:

Ketika dilihat Tuhan bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, ...... Berfirmanlah Tuhan, "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan.... (Kejadian 6: 5-8)

Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS. Al-A’raf: 64).

whdowntownblog.org


Serta mitos lainnya:

Pada Zaman Perunggu manusia, Zeus berniat mengirim sebuah banjir besar untuk memusnahkan manusia. Zeus menurunkan hujan tiada henti dari langit dan Poseiodon menumpahkan air laut ke daratan (Mitologi Yunani).

Dewa Enki memperingatkan Ziusudra, raja Shuruppak, tentang keputusan para dewata untuk menghancurkan umat manusia dalam sebuah air bah. Enki memerintahkan Ziusudra membangun sebuah kapal besar (Mitologi Sumeria)

Namun, kebenaran kitab suci harus dibuktikan secara sains agar umat percaya mereka meyakini iman yang benar. Bagaimana hasilnya?

Arkeolog air Robert Ballard, yang menemukan Titanic, mengklaim bahwa tim peneliti telah menemukan bukti yang menunjukkan banjir mahabesar didasarkan pada peristiwa nyata.

Ballard menceritakan bagaimana ia menyelidiki sebuah teori kontroversial yang diajukan oleh dua ilmuwan dari Universitas Columbia tentang adanya banjir besar di wilayah Laut Hitam. Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, ia mengatakan, sekitar 12 ribu tahun lalu, sebagian besar wilayah dunia tertutup oleh es. Sedangkan Laut Hitam adalah danau air tawar yang dikelilingi lahan pertanian pada saat itu.

Namun, saat gletser mulai mencair pada periode pemanasan bumi pada 5.600 SM, air tersebut segera memenuhi lautan di dunia. Menurut Ballard, peristiwa inilah yang kemudian menyebabkan banjir di seluruh dunia. Air mengalir melalui Selat Bosporus dari Turki menuju Laut Hitam.

Penelitiannya mengikuti sebuah studi yang dilakukan oleh William Ryan dan Walter Pitman pada 1997 lalu. Mereka menggambarkan bukti arkeologi dan antropologi bahwa banjir besar itu terjadi selama 300 hari tanpa henti dengan 10 mil kubik air dituangkan setiap hari.

Dalam laporan penelitian tertulis, lebih dari 60 ribu mil persegi tanah telah tergenang. Sedangkan air naik ratusan meter sehingga memicu hewan bermigrasi massal di seluruh Eropa. Mereka mengklaim bahwa kekuatan air sebesar 200 kali dari air terjun Niagara, yang menyapu seluruh permukaan daratan. Inilah yang mengakibatkan Laut Hitam, yang semula berupa danau air tawar yang dikelilingi lahan pertanian, menjadi air asin.

Tim menemukan sebuah pantai kuno yang dipercaya bahwa peristiwa itu memang terjadi. "Kami pergi ke sana untuk mencari banjir," ujar Ballard. Ia meyakininya dengan bukti perhitungan karbon dari cangkang yang ditemukan sepanjang garis pantai, yaitu 400 meter di bawah permukaan. Cangkang tersebut ternyata berumur 5.000 tahun SM.

Tim Ballard juga menemukan sebuah kapal karam kuno serta gerabah kuno. Meskipun ia tidak berpikir akan menemukan Bahtera Nuh, tetapi ia yakin bisa menemukan bukti dari sebuah komunitas kuno yang hanyut akibat banjir mahadahsyat itu.

Jadi banjir di jaman Nabi Nuh merupakan banjir lokal atau banjir global seluas bumi? Perbantahan akan pertanyaan dari berbagai pihak akan terjawab seraya menunggu berbagai bukti terbaru soal ini.






Sumber:

Gua-Gua Terkenal di Dunia

Gua selalu menarik perhatian manusia. Menjadi tempat berlindung di era prasejarah, serta media seni manusia Neanderthal, hingga kini jadi arena bermain para penjelajah gua (caving).

Gua juga sering dianggap memiliki nilai mistis tertentu sehingga keberadaanya dikeramatkan. Dalam sejarah peradaban manusia, inilah gua-gua di dunia yang paling terkenal dengan kisah reliji sesuai kepercayaan masing-masing kaum.




Gua Elephanta, India

 

Gua ini dipahat di lereng bukit di Pulau Gharapuri pada abad kelima. Di sini Anda bisa mendengarkan dengungan instrumen India kuno.


Gua Longmen, China

 


Gua ini berada di lereng bukit Xiangshan dan Longmen Shan dan di atas Sungai Yi. Longmen atau “Gerbang Dragon” adalah kompleks gua Budha yang dibuat sejak Dinasti Wei Utara (AD 493). Gua ini terdiri dari 2.345 gua dan ceruk, 2.800 prasasti serta 43 pagoda.


Gua Dambulla, Sri Lanka

Dari India Anda bisa melanjutkan perjalanan lagi ke Sri Lanka untuk berkunjung ke kompleks gua Budha Dambulla. Ada banyak patung dan mural langit-langit di dinding batu yang masih kasar.


Gua Corycian, Yunani


 
Menurut kepercayaan Yunani kuno, gua besar di Gunung Parnassus ini adalah tempat pemujaan dewa Pan dan Nimfa. Di dekat pintu masuk Corycian terdapat satu buah batu yang kemungkinan besar digunakan sebagai altar.


Actun Tunichil Muknal, Belize
 


Gua ini terdapat di Belize, sebuah negara kecil di pesisir timur Amerika Tengah, berbatasan dengan Meksiko di sebelah barat laut dan Guatemala di barat dan selatan. Akses ke situs Maya ini melibatkan kegiatan-kegiatan menarik, seperti hiking hingga bermain air dan juga berenang. Namun hampir satu mil (1,6 kilometer) dari lintasan ini terdapat tempat peristirahatan “gadis kristal”.

Gadis kristal atau disebut Crystal Maiden, tertanam dalam gua kerangka yang sempurna diawetkan dan tercakup dalam kalsit yang menciptakan penampilan berkilau.
 

Lourdes
 



Di Lourdes, Prancis terdapat gua yang menjadi situs ziarah umat Katolik. Letaknya di  di kaki pegunungan Pyrenees. Konon, di bulan Februari 1858 seorang anak kecil berumur 14 tahun, Bernadette Soubirous melihat penampakan bunda Maria.

 
Gua Hira

 


Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi Muhammad menyendiri dari masyarakat yang pada saat itu masih belum beriman kepada Allah.

Gua Hira terletak di negara Arab Saudi. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walau tidak terlalu tinggi, oleh karena itu untuk menuju gua itu setiap orang harus memiliki fisik yang kuat.








Sumber:
jelajahunik dan wikipedia

Benarkah Ikan Menjadi Makhluk Pertama yang Terbang di Bumi?

Persepsi bahwa burung merupakan hewan pertama yang bisa terbang sepertinya harus dirubah karena ada penemuan terbaru yang mengungkap bahwa ikan adalah hewan yang pertama terbang di muka bumi.

Ikan tertua di dunia terbang meluncur di atas lautan dalam upaya untuk menghindari predator pada 240 juta tahun lalu, itulah yang diklaim oleh paleontologis asal China. Fosil di koleksi museum Cina telah memberikan gambaran bahwa ikan terbang ada jauh lebih awal dari yang diperkirakan peneliti sebelumnya.


Tidak ada spesimen ikan terbang modern yang diketahui lebih tua dari sekitar 65 juta tahun lalu, tetapi ada fosil yang telah ditemukan mengungkapkan ada spesimen kuno yang berkemampuan yang sama jauh lebih awal.

Spesies itu dinamakan Potanichthys xingyiensis, spesimen ini diperkirakan hidup selama periode Trias Tengah antara 235 juta dan 242 juta tahun lalu, yaitu sekitar 50 juta tahun sebelum munculnya dinosaurus di era Jurassic.

Spesies ini ternyata 27 juta tahun lebih tua dari pemegang rekor spesies terbang sebelumnya, satu spesies yang ditemukan di Eropa, menurut studi yang diterbitkan beberapa hari yang lalu di jurnal Proceedings of the Royal Society B.


Para ilmuwan percaya bahwa ikan terbang ini menggunakan kemampuan terbangnya untuk melarikan diri dari serangan predator.

Ikan terbang kuno ini melayang di udara melarikan diri dari kejaran predator seperti lumba-lumba, cumi-cumi dan ikan yang lebih besar.

Spesimen baru yang sudah diberi nama ini digambar ulang setelah peneliti menganalisis fosil yang digali di selatan-barat Cina pada tahun 2009, sepert yang dilansir LiveScience.


Ikan terbang Potanichthys xingyiensis memiliki panjang hanya 15 cm dan memiliki empat ‘sayap’, terdiri dari dua sayap besar, sirip dada yang diadaptasi dan sepasang sayap kecil di panggul.

Terdapat ekor besar bercabang pada bagian belakang tubuhnya yang digunakan untuk berenang di dalam air.


Sumber :
uniqpost.com

Inikah Kota Tertua di Eropa?

Arkeolog di Bulgaria menemukan kota prasejarah tertua di benua Eropa. Kota purba ini berada di dekat kota modern Provadia, diduga menjadi senta industri garam di masa lalu. Penemuan kota di timur laut Belgia ini menjadi titik terang ditemukannya timbunan emas di dekatnya hampir 40 tahun lalu.

Para arkeolog percaya, kota ini berjaya pada 4700 hingga 4200 tahun sebelum Masehi. Diperkirakan sebanyak 350 orang tinggal di kota ini. Bila perkiraan tahun itu benar, berarti kota ini telah ada lebih dulu 1.500 tahun sebelum dimulainya peradaban Yunani kuno.

 
 bellenews.com

 
Garam adalah komoditas yang sangat berharga pada saat itu, menurut para ahli, menjelaskan bagaimana kota ini dipagari dinding batu untuk melindungi kota. Warga membuat garam dengan merebus air pegunungan, kemudian membuatnya menjadi briket dan digunakan untuk mengawetkan daging.

Penggalian situs ini dimulai tahun 2005. Dalam penggalian itu, para arkeolog juga menemukan sisa-sisa rumah dua lantai, serangkaian alat untuk pemujaan, serta bagian-bagian dari struktur gerbang dan benteng. Sebuah kompleks pemakaman kecil yang ditemukan awal tahun ini masih dipelajari untuk menjelaskan keterkaitannya dengan kota ini.

"Kami tidak berbicara tentang sebuah kota seperti kota-kota di Yunani, Romawi kuno, atau permukiman abad pertengahan, tetapi tentang apa yang diyakini para arkeologi tentang kota pada milenium kelima sebelum Masehi," kata Vasil Nikolov, peneliti National Institute of Archaeology Bulgaria.



 



Sumber:
yahoo

Pembuktian Patung Misterius di Easter Island Bisa "Berjalan"

Deretan 1.000 moai, patung batu raksasa berusia 400 tahun di sepanjang garis pantai Easter Island, atau Pulau Paskah, telah lama memukau manusia.

Patung ini menjadi misteri karena tidak diketahui asal usul dan siapa yang membangunnya. Sebagian orang bahkan menyatakan eksistensinya adalah bukti pengaruh alien atau mahluk ekstrateresterial.


Sebuah teori baru kini muncul, bahwa patung-patung besar seberat 74 ton dan tinggi sekira 10 meter bisa "berjalan". Klaim kontroversial terbaru ini menjelaskan bagaimana karya Megalitikum itu berada di posisinya saat ini.

Itu sekaligus membantah teori sebelumnya yang menduga adalah penduduk yang tinggal di Easter Island sekitar 800 tahun lalu, yang disebut Rapa Nui, yang membaringkan patung itu dan menggelindingkannya, dengan bantuan balok kayu.


Akibatnya, terjadi eksploitasi berlebihan Pulau Rhe. Konon, masyarakat Rapa Nui menggunduli hutan di sana demi memenuhi obsesi mereka mendirikan patung megah para leluhur.

Kembali ke teori baru, diduga para pemahat sedemikian rupa merancang patung-patung itu sehingga bisa berjalan. Moai diduga digerakkan dengan cara menggoyang sisi sampingnya, ke kanan dan kiri, menggunakan tali. Mirip dengan cara manusia modern memindahkan kulkas ke sudut dapur.

Seperti dimuat Nature, Carl Lipo, arkeolog dari California State University, Long Beach menyaakan bukti-bukti arkeologis yang ada tidak mendukung hipotesa adanya eksploitasi berlebihan di atas.

Di sisi lain, ada banyak moai rusak di sepanjang jalan, yang diduga jatuh dan sengaja ditinggalkan, yang menguatkan bukti bahwa mereka dipindahkan ke seluruh pulau secara vertikal.

Profesor Lipo dan Terry Hunt, arkeolog dari University of Hawaii, Honolulu, lalu menguji hipotesisnya dengan menggunakan model beton yang ukurannya sama dengan patung yang asli.


Dengan bantuan tenaga dari 18 anggota tim, mereka berusaha menggerakkan patung setinggi 10 kaki atau sekitar 3 meter dengan cara menariknya menggunakan tiga tambang.

Satu tambang diikatkan di belakang patung untuk mencegahnya jatuh dengan posisi muka membentur tanah. Dua lainnya di masing-masing sisi. Percobaan itu berhasil.

Kurang dari satu jam, tim berhasil membuat replika moai itu berjalan sejauh 100 meter. Berdasarkan temuan Profesor Lipo, hanya dibutuhkan sejumlah kecil pekerja untuk secara efisien memindahkan patung itu.


Berikut ini videonya :




Lipo menambahkan desain moai memang dibuat agar ia bisa berjalan. "Sangat keren, bukti kemampuan rekayasa Rapa Nui," kata dia.


Namun, tak semua ahli meyakini teori yang diajukan Lipo. Salah satunya, Jo Anne Van Tilburg, Direktur Easter Island Statue Project di University of California, Los Angeles. Ia mengatakan aksi tersebut tak bisa diterima sebagai percobaan ilmiah.

Sebab, bentuk model yang digunakan bukan replika akurat moai. Sebelumnya, timnya mengajukan hipotesis bahwa moai dipindahkan secara horisontal dengan bantuan kayu.


Sumber :
viva.co.id

Laba-Laba Purba dan Mangsanya Terperangkap Selama 100 Juta Tahun

Para ilmuwan menemukan 'ambar' (getah atau mineral yang membatu selama jutaan tahun) yang di dalamnya terdapat seekor laba-laba sedang memakan lebah. Fosil berusia 100 juta tahun ini adalah satu-satunya fosil laba-laba yang pernah ditemukan sedang menyerang mangsa yang terjebak dalam jaringnya.


Sayangnya, laba-laba yang hidup di saat dinosaurus menguasai bumi itu terperangkap dalam getah pohon dan tidak pernah menghabiskan santapannya.

Mata lebah yang menjadi mangsanya tersebut sedang menatap untuk melakukan perlawanan, bergerak untuk membunuh.

Bagian dari ambar yang mengabadikan peristiwa tersebut ditemukan di lembah Hukawng, Myanmar pada awal masa Cretaceous antara 97-110 juta tahun lalu. Hampir dipastikan, saat itu dinosaurus berkeliaran di bumi.

Selain menunjukkan bukti pertama dan satu-satunya fosil laba-laba yang menyerang mangsa dalam jaringnya, potongan getah itu juga mengabadikan tubuh laba-laba jantan pada jaring yang sama.

Ini adalah bukti tertua dari perilaku sosial laba-laba, yang hingga kini masih ditemukan pada beberapa spesiesnya, namun cukup jarang terjadi. Kebanyakan laba-laba hidup sendiri, bahkan sering kali menjadi kanibal. Laba-laba jantan tidak akan ragu menyerang spesies yang belum dewasa pada jaring yang sama.

"Laba-laba muda ini akan menyantap lebah parasit kecil, namun tidak akan pernah bisa," kata George Poinar, Jr., profesor kehormatan bidang zoologi di Oregon State University sekaligus ahli ternama bidang serangga yang terperangkap dalam ambar.

Penemuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal “Historical Biology”.

"Ini adalah lebah jantan yang terperangkap di dalam jaring laba-laba," kata George.

"Ini adalah mimpi buruk bagi sang lebah, dan itu tidak akan pernah berakhir. Lebah sedang menatap laba-laba tersebut, ketika getah pohon mengaliri dan menjebak kedua binatang tersebut."

Laba-laba adalah invertebrata kuno yang diyakini sudah hidup pada 200 juta tahun lalu, namun bukti fosil tertua dari jaring laba-laba yang pernah ditemukan hanya sekitar 130 juta tahun.

Penyerangan nyata seperti antara laba-laba dan mangsanya yang terperangkap pada jaringnya seperti pada gambar di atas belum pernah terdokumentasikan sebagai fosil, seperti yang dinyatakan para peneliti.

Getah pohon yang membentuk ambar terkenal karena kemampuannya yang mengalir melalui serangga, tanaman-tanaman kecil dan bentuk kehidupan lainnya, menjaga mereka dalam keadaan yang nyaris sempurna sebelum akhirnya berubah menjadi batu semi-mulia.

Ambar sering menjelaskan fenomena biologi masa lalu yang cukup jauh. Laba-laba tersebut, yang mungkin telah menunggu dengan sabar selama berjam-jam untuk menangkap mangsanya, tersiram getah hanya sepersekian detik sebelum melakukan serangannya.

Jenis lebah semacam ini, kata George, termasuk dalam kelompok yang saat ini dikenal sebagai parasit bagi laba-laba dan telur serangga. Dalam konteks itu, serangan laba-laba tersebut, dengan menggunakan jaringnya, bisa dianggap sebagai respons pertahanan.

Laba-laba dan lebah tersebut termasuk golongan hewan yang telah punah. Setidaknya ada 15 helai serat jaring laba-laba yang berada di kepingan ambar itu.


Sumber :
yahoo.com

Ilmuwan Kuak Misteri Monster Purba "Predator X"

Kehebohan yang terjadi saat Predator X diumumkan ke dunia tahun 2009 lalu. Reptil laut raksasa itu disebut memiliki panjang 15 meter dan berat lebih dari 40 ton.

Kekuatan gigitannya empat kali lipat dari Tyrannosaurus rex (T-Rex). Ia disebut-sebut sebagai mahluk purba paling mengerikan dan tak terkalahkan di lautan.


Kini, tiga tahun berselang, mahluk yang disebut Predator X akhirnya memiliki nama resmi. Juga deskripsi teknis, yang ternyata, faktanya tak sebegitu mengerikan.

Untuk diketahui, fosil pertama Predator X ditemukan di pulau Arktik, Svalbard. Berupa bagian ekor vertebrata, yang dielu-elukan sebagai temuan besar. Spesimen itu kemudian tenar dengan julukan Predator X, yang disejajarkan dengan "Monster".

Adalah tim dari University of Oslo Norwegia yang menemukan fosil dua pliosaurus -- reptil laut berleher pendek, berahang besar di Svalbard. Temuan pertama yang menghebohkan terjadi pada tahun 2004. Sementara temuan kedua antara tahun 2004 dan 2012.

Dalam Norwegian Journal of Geology, palaeontolog Espen Knutsen, Patrick Druckenmiller, dan Jørn Hurum mengumumkan nama resmi, yang kedengaran lebih wajar dari "Predator X": Pliosaurus funkei.

Para ahli mengakui, kurangnya fosil yang tersisa dari mahluk itu hanya menawarkan sedikit informasi tentang predator yang menduduki puncak rantai makanan itu saat masih hidup dan berkeliaran di lautan, jutaan tahun silam.

Ada dua spesimen Pliosaurus funkei yang digunakan sebagai dasar. Yang pertama diberi kode PMO 214,135, yang terdiri dari fosil fragmen rahang, beberapa tulang belakang bagian leher dan punggung, dan bagian dari sirip depan sebelah kanan.


Spesimen, kedua yang lebih besar diberi kode PMO 214,136. Ia mencakup bagian tengkorak belakang, cuilan tulang belakang, dan beberapa tulang terpisah yang belum teridentifikasi.

Upaya untuk mengetahui ukuran Pliosaurus funkei dipersulit oleh fosilnya yang tak utuh dan jauh dari lengkap. Para paleontologi hanya mampu memperkirakan ukuran mahluk itu, dengan cara membandingkan spesimen yang mereka miliki dengan ukuran mahluk pliosaurus lainnya.

Kedua spesimen itu diperkirakan memiliki panjang 50 kaki atau lebih dari 15 meter. Membuat pliosaurus sebagai makhluk terbesar yang pernah ditemukan. Namun saat temuan Pliosaurus funkei diumumkan, ukuran mahluk itu menyusut.

Paleontolog memperkirakan tengkorak lengkap PMO 214,136 berukuran antara 6 hingga 8 kaki atau 1,8 hingga 2,4 meter. Memang besar, tapi setara dengan ukuran pliosaurus lainnya. Spesimen lainnya bahkan berukuran lebih kecil.

Sementara, untuk membuat kisaran panjang tubuh keseluruhan masih sulit karena fosil yang tak lengkap. Tebakan tim Norwegia, Pliosaurus funkei memiliki panjang ekitar 33 sampai 42 kaki atau 10,05 hingga 12,8 meter, menempatkan mereka tepat di kisaran ukuran yang sama sebagai spesimen terbesar yang dikenal ilmu pengetahuan.


Namun jauh dari imej raksasa Predator X, Pliosaurus funkei hanya bisa digambarkan sebagai "salah satu pliosaurus terbesar yang ditemukan sejauh ini".

Dengan begitu banyak kesenjangan bukti, informasi tentang Pliosaurus funkei tetap tidak lengkap. Namun, yang pasti, fosil pliosaurus Svalbard alias Predator X itu tidak sespektakuler yang diharapkan. Para ahli saat ini memilih untuk lebih berhati-hati menyimpulkan lebih jauh tentang ekologi dan perilaku mahluk itu.


Sumber :
viva.co.id