Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan

Kumpulan SMS Ucapan Imlek Gong Xi Fa Cai 2562

Kumpulan SMS Ucapan Imlek Gong Xi Fa Cai 2562, Sms ucapan selamat imlek gong xi fa chai keren, unik, lucu, dan gokil,  bahasa Inggris juga ada disini. Tahun 2011 di bulan Februari ini kembali datang perayaan tahun baru Cina atau yang sering disebut Imlek “Gong Xi Fa Chai”.  Tentu saja ini sanagat berarti buat saudara kita keturunan Tionghoa.
Gong xi fa Cai - Imlek 2011
Bagi sobat yang ingin memberikan Ucapan selamat tahun baru Imlek “Gong Xi Fa Chai” ini adalah saat yang tepat. Di bawah ini adalah kumpulan SMS Imlek yang bisa memberikan inspirasi untuk menjalin silatu rohmi denagn sahabat, kerabat, dan keluarga khususnya Tionghoa.
Ok cekidot gan..!!
“Kiong hi huat cai” (bahasa Hokkien/bahasa daerah singapore,malay, medan,jakarta barat dan sekitarnya) – pengucapan dalam bahasa Indonesia : kiong hi huat cai
——————————————————————————————-
“Kiong hi fat choi” {bahasa Hakka/Khek/bahasa daerah timur negara China,Kalimantan,jakarta pusat dan sekitarnya) – pengucapan dalam bahasa Indonesia : kiong hi fat choi
——————————————————————————————-
“Xīnnián kuàilè (Bahasa Mandarin Global)” (新年快樂) (baca : singnien kuaile)= “Selamat Tahun Baru”
——————————————————————————————-
“Kiong hi fat coi ang pau na lai (Bahasa mandarin Gaul/Slangnya)” = Selamat tahun baru angpaunya tolong diberikan ke saya
Bahasa Inggris dan Cina
Happy Chinese New Year. May better luck come into us in this new year. Gong xi. Gong xi. Gong xi fa cai.
——————————————————————————————-
Gong Xie Fat Cai,may GOOD HEALTH, PEACE, PROSPERITY,HAPPINESS and LONGETIVITY be with you and great SUCCESS in making BETTER & GREATER THINGS HAPPEN!
——————————————————————————————-
Gong Xi..! Gong Xi..! Xin Nian Kuai Le, Wan Shi Ru Yi! Gong Xi Fa Cai! May GoD BLees our faMily.
——————————————————————————————-
GONG XI FA CAI ! Wishing you a wonderful and prosperous new year with lots of happiness.
——————————————————————————————-
Göng Göng Xi Fät Fät Chäi Chäi… XIN NIAN KUAI LE’
——————————————————————————————-
Gong Xi Fa Cai. Wishing you a prosperous year, great health and happiness for you and family.
——————————————————————————————-
Gong Xi Fa Cai !! Xin Nian Kuai Le.Zhù Ni Shenti Jiànkäng, Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì
——————————————————————————————-
Gong Xi Fa Cai! Wishing You Abundance of Good Health, Wealth and Happiness in This New Year!
——————————————————————————————-

Grindadrap - Tradisi Memburu Paus secara Massal

Laut Kepulauan Faroe di utara Eropa berubah warna menjadi merah oleh darah ratusan paus yang dibunuh oleh penduduk setempat pada tanggal 22 November, sebagai bagian dari budaya berburu paus tahunan mereka. Setiap tahun penduduk pulau menangkap dan membantai ratusan paus pilot (Globicephala melaena) selama upacara berburu paus tradisional yang dikenal sebagai 'Grindadrap'. Ini adalah perburuan massal non-komersial - daging paus tidak dijual tetapi dibagi secara merata kepada anggota masyarakat setempat. Para pemburu menggiring paus ke arah Teluk dan kemudian melukai punggung mereka dan membiarkannya berdarah sampai mati perlahan-lahan, dan laut sekitarnya berubah menjadi merah darah. Gambar-gambar dari laut yang berwarna merah darah dibawah ini mungkin dapat memiliki efek tidak nyaman bagi anda.



Menjadi sebuah provinsi otonom di Denmark, di mana penangkapan ikan paus dilarang, hukum Kepulauan Faroe  malah memungkinkan pembantaian massal paus pilot, paus berparuh dan lumba-lumba untuk melaksanakan tradisi tahunan. Penangkapan ikan paus di Kepulauan Faroe di Atlantik Utara telah dipraktekkan sejak sekitar masa pemukiman Norse pertama di pulau-pulau tersebut. Daging dan lemak dari paus pilot telah lama menjadi bagian dari makanan nasional kepulauan Faroe.


Meskipun mendapat kritik dari kelompok penyayang dan pembela hak-hak binatang dan Komisi Ikan Paus Internasional, kebiasaan berburu paus terus membunuh ribuan paus tahun demi tahun. Sekitar 950 paus pilot bersirip panjang dibunuh setiap tahunnya, terutama selama musim panas.


The American Cetacean Society mengatakan bahwa paus pilot tidak termasuk hewan yang dianggap terancam punah, tetapi telah terjadi penurunan nyata dalam jumlah mereka disekitar Kepulauan Faroe.





Samakah tradisi ini dengan upacara pemotongan hewan kurban dalam Islam? Tentu saja TIDAK! Bedanya adalah, hewan kurban adalah binatang ternak.

Ikan Bilih Danau Singkarak


Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau vulkanik ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman. Lokasi Danau ini juga sangat strategis, berada di pinggir jalan antara Kabupaten Tanah Datar dan Solok.

Salah satu keunikan dari sekian banyak keunikan yang ada di Danau Singkarak, adalah Ikan Bilih. Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan endemik (yang diperkirakan hanya hidup di danau ini), dan menjadi salah satu makanan khas.


Danau Singkarak nan Indah
Ikan bilih merupakan ikan khas (endemik) Danau Singkarak. Ikan pemakan plankton sepanjang 6-12 sentimeter ini hasil evolusi selama berjuta-juta tahun—mungkin lebih—di lingkungan danau itu. Ikatan antara ikan ini dan danaunya sangat erat, ”Sampai-sampai belum bisa dibudidayakan di kolam buatan,” Suatu kali, serombongan peneliti dari Amerika Serikat yang terpikat akan kelezatannya pernah mencoba membudidayakan ikan itu. Di negerinya, ikan ini dikembangkan di kolam buatan. Kondisi lingkungan kolam itu dibuat semirip mungkin dengan Danau Singkarak. Hasilnya: nol besar.


Namun saat ini, ikan bilih telah berhasil dibudidayakan di Danau Toba, Sumatera Utara. Warga setempat menyebutnya ikan Pora-pora. Ikan pora-pora adalah ikan bilis dan berasal dari Singkarak. Ikan ini berada dan hidup di Toba sejak sekitar enam tahun lalu, dibawa oleh para peneliti Badan Riset Kelautan dan Perikanan Jakarta. Jumlahnya sekitar 5.000 ekor. Tujuannya waktu itu adalah untuk mengisi relung makanan yang belum dimanfaatkan oleh ikan yang ada di Danau Toba.

Tepian Danau Singkarak dan jembatan kereta apinya
Karena habitat barunya cocok untuk tumbuh dan berkembang biak, di Toba ikan bilih itu cepat berkembang. Bahkan ukuran ikan bilih di Danau Toba lebih besar daripada di habitat aslinya. Toh, meski keberlangsungan spesies ini terjaga di Toba, dikhawatirkan ikan bilih di Toba mengancam ikan asli di danau itu. Soalnya, jika populasi ikan bilih berkembang terlalu pesat, ikan pendatang ini akan mengurangi ketersediaan pakan untuk ikan asli danau tersebut.

Karena itu, pemerintah diminta tetap mengupayakan pelestarian ikan bilih di rumah aslinya. Caranya dengan melakukan restocking (penebaran bibit baru) ikan bilih di Danau Singkarak seperti yang dulu dilakukan di Toba. Sebenarnya, restocking ikan bilih pernah dilakukan di Singkarak. Waktu itu yang punya hajat Perusahaan Listrik Negara, yang menggunakan air danau sebagai pembangkit listrik. Tapi kini program itu terhenti. Padahal restocking harus dilakukan kontinu selama beberapa waktu. Soalnya, kini di danau itu ada tanggul pembangkit listrik yang membendung Sungai Batang Ombilin—satu-satunya tempat keluar air dari Danau Singkarak, dan tanggul ini menghambat ruaya (migrasi saat akan kawin) ikan.


Langkah pelestarian lainnya yang tak kalah penting adalah pengaturan secara ketat penangkapan ikan ini oleh nelayan, karena ancaman kepunahan ikan iblis dari Singkarak akibat penangkapan yang berlebihan. keadaan ini terjadi sejak akhir 1990-an. Nelayan mulai menangkap ikan ini dengan jaring bermata kecil, akibatnya, ikan bilih tak sempat berkembang biak, karena belum bertelur sudah tertangkap. Padahal, pada zamannya dulu, nelayan di sekitar Danau Singkarak punya aturan tak tertulis dalam menangkap ikan ini. Mereka hanya menggunakan mata jaring berukuran besar—2 sampai 3 inci. Jika mereka merasa jumlah tangkapannya mulai berkurang, penangkapan ikan ini dihentikan selama dua sampai enam bulan. Inilah kearifan lokal yang sekarang ditingalkan. Penangkapan ikan dengan bom dan racun juga kerap terjadi di danau ini.

Langkah pelestarian lainnya adalah dengan membuat daerah suaka. Di daerah ini penangkapan ikan harus dilarang. Tujuannya untuk melindungi habitat pemijahan dan pembesaran ikan bilih. Tanpa langkah terpadu itu, ikan bilih akan lenyap dari Danau Singkarak. ”Bisa-bisa nanti orang malah hanya mengenal ikan bilih dari Danau Toba.”

Kuda Lumping, Permainan Tradisional yang Tertelan Zaman



YOGYAKARTA- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus mencatat seluruh warisan kebudayaan yang ada di Nusantara. Catatan itu untuk mengkomparasikan warisan budaya yang ada supaya mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

“Permainan tradisional sekecil apapun akan kita catat dan administrasikan dalam buku besar. Ini bukan pekerjaan yang ringan, tetapi harus terus dikerjakan,” ujar Mendikbud, Mohammad Nuh, di Yogyakarta, Selasa (18/9/2012).

Kemendikbud sudah membentuk tim pencatat, meski pencatatan warisan budaya nusantara ini tidak akan selesai dalam kurun waktu lima tahun.

Pencatatan warisan budaya itu membutuhkan waktu yang cukup lama, karena yang didata bukan hanya jawa, tetapi seluruh Indonesia. Apalagi, menurut Nuh, bahasa yang ada di Indonesia sendiri lebih dari 600-an.

“Mulai dari permainan-permainan tradisional itu kan banyak yang hilang. Salah satu contoh, Jarang Kepang atau bahasa Jawa Tengah-nya Kuda Lumping. Permainan itu kan kita sudah mengetahui semua, tetapi saat ditanya mulai kapan adanya Jarang Kepang? Abad Ke berapa? Nggak ono sing eroh,” ujar Nuh dengan khas logat Jawa.

Dia menambahkan, beberapa pertanyaan seperti filosofi Jarang Kepang? Kapan Jaran Kepang diperagakan? kembali lagi Nuh mempertegas tidak ada yang mengetahui secara detail.

Dari penelusuran itu, tugas tim pencatat dari Kemendikbud harus mengali lebih dalam untuk mengurai benang kusut yang selama ini ada di masyarakat.

“Kenapa kok pakai kepang atau gedhek. Apa nilainya? kenapa kok setelah melakukan tarian itu muncul semacam magis, kemudian pemainnya makan beling. Ono lombok (cabe) kok maem beling. Itu lebih menarik lagi kalau lombok campur beling jadi rujak beling,” kelakarnya sambil tertawa.

“Apa makna nilai yang ada dalam jarang kepang itu menjadi tugas kita melestarikan, membukukan, agar tidak punah ditelan zaman. Lembaga yang melakukan pencatatan dari departenmen kebudayaan,” jelasnya.

Nuh kembali mengingatkan permainan bentik, yang mengunakan batang pandan sebagai pemukul dan batang kecil untuk dipukul. Kemudian, permainan dakon, permainan grobak sodor, dan masih banyak permainan tradisional lainnya yang kini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak, remaja, maupun orang tua karena tidak memiliki nilai ‘ekonimis’ bagi pemainnya.

“Lah kalau permainan-permainan ini tidak kita angkat kembali, kita khawatir permainan-permainan tradisional ini akan hilang. Itu semua kekayaan kita, itu semua warisan-warisan budaya dari pendahulu kita,” jelasnya.