Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kisah seorang gadis



Pada suatu hari ada suatu pasangan yang telah menjalin hubungan selama 7 tahun.  Mereka baru saja ingin merancang pesta pertunangan akan tetapi…..
Cewek : “beb, kapan kita tunangan?” kata cewek dengan penasaran.
Cowok : “ minggu depan beb…” kata cowok tegas.
Cewek :  “ janji  ya” dengan menunjukkan kelingking
Cowok : “ iya…iya…” dengan menyatukan kelingking mereka
Keesokkan hari nya cowok itu datang kerumah cewek itu.
Tok…tok…tok… lalu cewek itu membukakan pintu
Cewek : “  hai… beb…”  (senang)
Cowok : “ hai… beb…” ( bingung)
Cewek : “ kok bingung gitu, beb ?”
Cowok : “ beb, aku…. Aku ….” Gugup
Cewek : “ iya… kamu kenapa?”
Cowok : “ aku harus pergi ke jepang ada tugas di situ”
Cewek : “ ya… udah…pergi aja… berapa lama di situ ?”
Cowok : “ 1 bulan beb”
Cewek : “ ya… udah pergi aja”
Lalu besoknya sang cowok pergi  ke jepang, sesampainya di jepang…
Kaimashu : “ selamat siang… apakah anda yang bernama bapak patrick”
Cowok : “ iya… anda pasti kaimashu”
Kaimashu : “ iya.”
                                                                  
Setelah 2-3 tahun sang cowok tak pulang- pulang dan sang cewek memutuskan pergi mencari sang pacar.. dengan berbekal alamat rumah dan alamat kantor sang pacar
Setelah sampai di jepang.
Cewek : “  taksi….”
Supir taksi : “ mau kemana”
Cewek : “ ke jln kaitshu nomor 65”
Lalu setelah sampai di tujuan. Rupanya sang pacar telah pindah dari situ semenjak 1-2 tahun yang lalu
Lalu sang cewek ini pergi kesemua tempat tetapi ia tidak menemui pacarnya.
Setelah 2 tahun
Cewek : “ ya… tuhan berikanlah jalamu bagi ku” ( pasrah)
Cewek : “ aku sangat mencintainya tuhan…”
Setelah itu ia berjalan ke stasiun menunggu busway. Lalu ia melihat pacarnya ada di televisi dan ia mengganti namanya menjadi kahimatsu dan yang lebih menyakitkan hatinya sang pacar telah menikah  dan telah di karuniakan 2 anak…
Lalu sang cewek memilih untuk meninggalkan jepang dan mengubur semua kenangannya tentang sang pacar….

Mitos Larangan menikah Sunda - Jawa

 Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?

Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.

Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.

Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.

Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.

Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.

"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.

Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).

Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.

Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.

Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.

Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.

Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.

Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.

Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.

Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.
Sumber:

Kisah Lucu ketika Bill Gates Di Tanya malaikat

Bill Gates meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. ia mendapatkan dirinya berada di sebuah tempat api penyucian (dosa). Tuhan berada di sana dan berkata, “Baiklah, Bill, Saya benar2x bingung dengan panggilan ini.
Saya tidak begitu yakin, apakah saya harus mengirimkan kamu ke neraka atau ke surga. Karena saya lihat, kamu sudah membantu masyarakat dgn
meletakkan komputer di setiap rumah hampir di seluruh dunia dan menciptakan Windows 95 yang sangat menakjubkan itu. Akan saya perbuat sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Khusus untuk kasus ini, saya akan memberikan kebebasan kepadamu untuk memutuskan dimana kamu ingin tinggal.” Bill menjawab, “Baik, terima kasih Tuhan.
Tapi apa bedanya antara surga dan neraka itu?

Tuhan berkata, “Saya mengijinkan kamu untuk mengunjungi keduanya dahulu supaya kamu lebih mudah mengambil keputusan”.

“Oke. Kalau begitu, saya coba melihat neraka dulu.”

Kemudian Bill pergi ke neraka. Ternyata ia melihat bahwa neraka merupakan tempat yang sangat indah, bersih dengan pantai pasir putihnya disertai air yang bening. Dan terdapat ribuan wanita cantik yang berlarian, berenang, bermain air, tertawa riang gembira. Matahari pun bersinar cerah dengan suasana yang sejuk dan nyaman, sempurna sekali.

Bill tampak sangat senang. “Wow, luar biasa!!! Indah sekali di sana!!”, katanya kepada Tuhan, “Kalau neraka saja seperti itu, saya ingin sekali melihat surga!”

“Baik,” kata Tuhan. Segera mereka pergi ke surga untuk melihat suasana di sana. Bill melihat surga yang berada di tempat tinggi dengan diliputi awan2x. Berlaksa-laksa malaikat sedang bermain harpa dan bernyanyi. Dia merasa damai melihat suasana di surga tapi dia tidak tampak bergairah seperti ketika melihat neraka. Bill berfikir sejenak, dan akhirnya mengambil keputusan.

“Hmm, saya pikir… saya akan betah tinggal di neraka, Tuhan.” Dia berkata kepada Tuhan.
“Baiklah, kalau begitu,” jawab Tuhan, “sesuai dengan keinginanmu.”

Kemudian Bill Gates pergi dan tinggal di neraka. Dua minggu kemudian, Tuhan ingin melihat keadaan sang Jutawan, Bill Gates, ini untuk memastikan keadaannya baik2x saja dan apa yang sedang dilakukan.

Ketika Tuhan sampai di neraka, Ia menemukan Bill sedang berada di lorong yang gelap dan berteriak di tengah2x api yang menyala-nyala. Ia merasa terbakar dan tersiksa.
“Bagaimana keadaanmu, Bill?”, Tuhan bertanya.

Bill menjawab dengan suara yang berat, penuh penderitaan dan tak berpengharapan. “Sangat mengerikan, Tuhan. Ini tidak sama seperti apa
yang saya lihat kemarin. Dimana pantai berpasir putih, wanita2x cantik yang dulu ada di sini itu?? Apa yang terjadi Tuhan??”

Tuhan berkata, “Oh Itu kan hanya screen saver, Bill!”

Cerpen Cinta : Cinta Yang Salah


Cerpen Cinta : Cinta Yang Salah
Di suatu siang yang cerah, teriknya matahari membuat semua tubuh di basahi oleh keringat. Nampak seorang cewek berjalan diatas koridor kampus ,cewek tersebut mengenakan sebuah jilbab dan pakaian berwarna hijau yang terlihat indah, cewek tersebut bernama Sivhera Dewi Nasarina, tapi ia biasa di sapa degan nama yang cukup singkat yaitu Ve . terdengar suara panggilan yang memanggil cewek tersebut, “Ve....tunggu !!!!!!!!!!.” Ve pun memalingkan tubuhnya 1800 dari tempat ia berdiri . Ternyata seorang cowok yang cukup bersih dan rapi yang memanggilnya, ia bernama Randy, Randy pun menghampiri Ve.” Iya kenapa Ren ?????” tanya Ve pada Randy. “Enggak aku cuman pengen ngomong sesuatu sama kamu, kamu nggak punya jam kuliah lagi kan ?” jawab Randy. “ enggak , ini rencananya udah mau balik, emangnya kamu mau ngomong apa ?“ tanya Ve. “gini nggak lama lagi kan Dea ulang tahun aku mau kamu nemenin aku nyari kado yang tepat untuknya, maukan please....”pinta Randy . 

Dea merupakan teman sekelas dari Ve dan juga Randy yang cukup dekat dengan Ve sekaligus pacar dari Randy. Sebenarnya Ve ingin menolak menemani Randy untuk cari kado untuk Dea, karena ia tahu pengorbanan cinta Randy selama ini untuk Dea semua hanya percuma karena Dea pernah bilang ama Ve kalau dia itu Cuma main-main ama Randy, tapi sebaliknya dengan Randy. Randy sangat sayang sama Dea tapi...nggak tau apa yang ada dikepala Dea yang hanya ingin mempermainkan Randy. tapi karena nggak enak untuk menolak Ve pun menerima tawaran Randy.

Mereka pergi ke suatu mol untuk mencari sesuatu yang mungkin di sukai oleh Dea, Randy sangat bersemangat, tapi Ve sebaliknya ia berpura-pura untuk semangat dan mencoba untuk semangat, karena Ve nggak mau ngecewain Randy. Awalnya Randy ingin memberikan sepatu untuk Dea, tapi Ve menyarankan agar Randy memberikan shall untuk Dea. Randy hanya nurut pada Ve. Sambil milih-milih shall nggak sengaja Randy ngeliat Dea jalan sama senior dikampusnya, namanya kak Adit. Ve bertanya pada Randy, “ kamu kenapa Ran ?” Tanya Ve. 

Randy hanya menghela nafas dan mencoba menceritakan apa yang barusan ia lihat. Ekspresi Ve saat mendengar cerita dari Randy tampak biasa-biasa saja, karena Ve sudah terlalu sering melihatnya. Sebenarnya Randy juga sudah beberapa kali melihatnya dan mendengar cerita dari anak-anak yang lain di kampus, tapi ia ngak menghiraukannya dan tidak pedui meski ia sakit untuk diduakan. Tapi setiap ia meminta penjelasan dari Dea, Dea hanya menangis dan mengelak ia selalu berkata, “semua hanya teman biasa.” Merekapun keluar dari tokoh itu dan mencari tempat untuk bicara, mereka bicara panjang lebar hingga akhirnya Randy memutuskan untuk memutuskan Dea. Merekapun kembali dan Randy mengantar Ve pulang kerumahnya dengan menggunakan mobil avanza pribadi Randy yang berwarna hitam pekat.

Setelah Randy tiba dirumah ia mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa keputusan yang akan ia ambil memang sudah tepat. Ditempat yang berbeda dengan Ve yang khawatir dengan keadaan Randy, ia takut Randy gegabah dalam mengambil keputusan jika Randy masih mau mempertahankan hubungannya dengan Dea. Keesokan harinya Ve mencari-cari Randy keliling kampus ia terus bertanya pada anak-anak yang lain apa mereka melihat Randy ?, tapi semua kompak menjawab tidak. setelah lelah mengelilingi kampus Ve beristirahat di sebuah kursi taman. 

Berselang beberapa menit ia duduk, ia melihat Dea lari dengan bercucuran air mata. Ve sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, tak lama Randy pun menghampiri Ve yang saat itu hanyut dalam rasa penasarannya ve kaget melihat Randy langsung duduk di kursi taman dengan muka yang sangat lesu. Ve tak langsung bertanya pada Randy karena ia tahu pasti Randy belum siap untuk bicara, iapun menunggu Randy hingga Randy siap untuk menceritakan semuanya. 
Setelah perasaan Randy agak mulai membaik Randy mulai membuka pembicaran dengan Ve, ternyata Randy telah memutuskan Dea. Ve pun tak menyangka bahwa Randy sudah mulai membuka matanya dengan semua tindakan yang telah dilakukan oleh Dea. “Tapi menurutnya semua ini mungkin adalah tindakan yang tepat yang telah diambil oleh Randy. Bisik Ve dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan saat ini , apakah tindakanku sudah tepat ?” kata Rendy. Aku pikir iya!” jawab Ve.

Hari-hari terus berlalu dan tak terasa Randy dan Dea sudah sebulan putus, tapi yang Ve lihat dari sisi Randy ia masih sangat terpukul padahal sudah sebulan berlalu, tapi sebaliknya dengan Dea ia selalu menceritakan idola-idola barunya. Ve merasa kasihan dengan Randy.
Ternyata rasa simpati Ve pada Randy berubah menjadi rasa yang berbeda, Ve pun tak tahu dan tak mengerti dengan perasaannya sendiri. Ve takut dengan rasa itu, Ve tak tahu semua berawal dari mana. Ve tak ingin hanya karena rasa ini persahabatannya dengan Randy hancur, Ve terus mencoba untuk menghilangkan rasanya untuk Randy. Ve mulai berpikir untuk menjauh dari Randy, karena Ve tahu rasa ini salah dan mungkin bukan untuk Randy , Ve pun tak ingin larut dalam rasa yang salah itu.

“Tuhan jika ia bukan untukku jauhkan aku padanya, tapi jika ia memang tercipta untukku dekatkan aku padanya meski banyak rintangan yang menghadang , tapi yakinkan aku dia bukan untukku.” gumam Ve dalam hati. “Sudahlah ini semua salahku, ini adalah rasa yang salah dan ku ingin menguburnya dalam-dalam dan melupakannya.” Ve menyalahkan dirinya sendiri terhadap apa yang ia rasakan saat itu. 
Tak dapat dipungkiri bahwa rasa yang di rasakan oleh Ve memang berat untuk dihilangkan, tak semudah membalikkan telapak tangan. tapi Ve bersyukur karena Randy tidak tahu akan perasaannya terhadap Randy.
Lambat laun perasaan Ve semakin tak menentu, ia terus berusaha menghilangkan perasaanya pada Randy. Entahlah apa yang akan terjadi kelak dengan perasaan yang di pendam oleh Ve. Mungkinkah Randy akan tahu, perasaan Ve yang sebenarnya yang di pendam Ve untuknya.

Bule Perancis jadi tukang Sumur-This real :D



Andre Graff berada di dalam salah satu sumur buatannya. Ia telah membantu warga Sumba mendapatkan air bersih.

Dari Balon Udara ke Sumur Sumba
24. October 2012, 11:58:41 SGT

Selama lebih dari 20 tahun, Andre Graff menghabiskan waktunya di langit pelbagai negara dengan menggunakan balon udara. Namun kini, kehidupannya berbalik. Dalam upaya mendapatkan air di Pulau Sumba, Andre menggali tanah sampai dalam. Selama delapan tahun terakhir, lelaki Perancis berusia 55 tahun ini wira-wiri di salah satu provinsi termiskin di Nusantara. Di beberapa wilayah Sumba yang padat penduduk, warga harus berjalan sejauh satu kilometer untuk mencari sumber air bersih. Di tempat-tempat seperti inilah Andre menggali sumur. Ia pun mesti mencari cara memompa serta mengalirkan air yang baru temukannya ke desa-desa terdekat.
Potret kehidupan Andre di Sumba kerap dilakukan beberapa pelancong berjiwa petualang yang datang ke negara-negara berkembang seperti Indonesia dan tergerak hatinya untuk membantu. Upaya mereka membuka kenyataan bahwa pembangunan masih tidak merata. Kemakmuran seperti yang biasa dilihat kaum ekspatriat di Bali dan Jakarta tidak sampai ke pelosok. Andre hidup sendirian di dekat desa Waru Wora di sebuah rumah sederhana terbuat dari bambu beratapkan jerami. Di rumah dua lantai itu, laptop, telepon seluler, dan listrik PLN yang baru terpasang tahun ini, adalah sebuah kemewahan. Andre bekerja sendirian. Upayanya tidak terhubung dengan organisasi atau perusahaan tertentu. Hidupnya bersandar pada uang sewa rumah miliknya di Perancis.

Warga setempat telah menganggap Andre bagian dari mereka. Dan seperti penduduk Sumba lain, ia sering dijangkiti malaria. “Awalnya saya tak berniat datang dan tinggal di sini,” ujarnya kepada Wall Street Journal lewat telepon. “Namun, dalam perjalanan hidup, saya sering bertemu orang yang mengharuskan saya memilih. Saya belajar lebih banyak dari pengalaman hidup delapan tahun di Sumba dibandingkan 47 tahun hidup saya di Eropa.” Problem air bersih di Sumba mencerminkan masalah yang mendera Indonesia secara umum. Kondisi alam Nusantara yang dipisahkan oleh perairan membuat wilayah terpencil sulit merasakan manfaat pembangunan. Desentralisasi kekuasaan yang marak dipraktikkan pasca kejatuhan Suharto memungkinkan pemerintah daerah memiliki kendali lebih besar atas anggaran. Namun, ketimpangan sosial dan pendapatan di tempat-tempat seperti Sumba dan Jawa kian meningkat karena banyak penduduk memilih datang ke pusat-pusat bisnis ketimbang mengembangkan pulau-pulau yang jauh.

Pemerintah marak mencanangkan program pengentasan kemiskinan di Sumba. Selain itu, sejumlah LSM lokal sudah sering mencoba membuat sumur dan penyimpanan air. Namun, program-program itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tiap warga mendapatkan air bersih. Andre menyebutkan puluhan penampung air yang kosong dan dibuang sembarangan di banyak tempat sebagai bukti atas buruknya perencanaan. Menurutnya beberapa pihak tidak memiliki kesabaran untuk merencanakan program yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Banyaknya penampung air kosong yang berceceran dan terpanggang matahari di wilayah itu menjadi bukti kegagalan sejumlah program itu.


Andre, datang dari daerah hijau Alsace di sebelah timur laut Perancis. Tiba di Sumba pada 2004 saat kariernya sebagai pemilik bisnis balon udara harus terhenti akibat penyakit Lyme. ”Tinggal di Perancis dan menikmati jaminan kesehatan bukan yang saya inginkan,”katanya. Dengan niat menempuh petualangan baru, ia lantas berlibur ke Bali dan mengambil paket perjalanan ke Nusa Tenggara Timur selama tiga minggu dengan kapal laut. “Saya jatuh cinta dengan daerah itu,” ujarnya. “Sedikit demi sedikit, saya jadi tahu kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang yang saya temui. Khususnya kesulitan mendapatkan air bersih.”

Hampir setengah dari rumah tangga di Nusa Tenggara Timur bersandar pada mata air sebagai sumber utama air bersih – angka tertinggi di Indonesia. Untuk mendapatkannya, mereka harus berjalan lebih dari satu kilometer jauhnya ke sungai dan sumber mata air. Pada musim kemarau, aliran air berhenti di beberapa tempat. Sementara itu, banyak kelompok masyarakat yang tak memiliki dana serta kecakapan dalam membangun lebih banyak sumur. Tak hanya masalah air, Sumba memiliki masalah lain seperti buruknya pelayanan dan fasilitas kesehatan serta langkanya aliran listrik. Banyak diantara sekitar 600 ribu penduduk kerap dijangkiti malaria dan tuberculosis.

Andre kembali ke Sumba setahun setelah perjalanannya yang pertama. Di Waru Wora, ia belajar cara membuat sumur sederhana namun kua. Pengetahuan yang ia miliki tentang agronomi dan meteorologi ia manfaatkan untuk mempelajari hal-ihwal air tanah di Sumba. Ia menggali lusinan sumur yang rata-rata membutuhkan biaya antara Rp7 juta hingga Rp15 juta dengan sokongan koperasi yang ia bentuk. Proyek itu menggunakan dana gabungan dari uangnya sendiri, sumbangan yang dikumpulkan di Perancis, dan sokongan pemerintah setempat. Butuh waktu sekitar dua minggu hingga dua bulan untuk membangun sumur. Uang dan lokasi sulit jadi masalah utama. Ia juga harus meminta izin dari pemerintah untuk menjalankan proyek. Dalam bekerja, Andre menggunakan alat-alat miliknya, yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. Ia juga membuat cor-coran sumur di rumahnya sendiri.

Pada 2011, ia membangun pompa bertenaga surya untuk mengaliri air langsung ke rumah-rumah milik sekitar 800 orang, prestasi yang menarik minat para pejabat di daerah-daerah tetangga. “Usahanya berhasil,” kata Kornelis Kodi Mete, Bupati Sumba Barat Daya. “Ia telah menjadi bagian masyarakat. Mungkin terdengar aneh untuk orang Jakarta. Tapi dia punya pengaruh positif di sini. Orang-orang menyambutnya ke mana pun ia pergi,”

Andre mengaku bisa bekerja selama 18 jam pada musim kemarau, saat menggali tanah terasa lebih mudah. Di sela-sela pekerjaan, ketika cuaca sedang tidak menentu, ia mengisi waktu dengan mengirim email, bekerja di rumah, dan bergaul. Ia ke Jakarta, Bali, atau Singapura beberapa kali dalam setahun. Namun sudah bertahun-tahun ia tak pulang ke Perancis. Ia kuliah di jurusan biologi di Université Louis-Pasteur, Alsace. Pada akhir tahun 1970an, ia ambil bagian dalam gerakan “kembali ke bumi” dengan berpindah-pindah dari satu pertanian ke pertanian lain di Eropa. Andre kerap berpartisipasi dalam acara kemanusiaan. Dalam salah satu acara, ia berhasil menjadi penerbang balon udara pertama yang mencapai Rumania.

Motivasinya muncul ketika ia melihat hidup tetangganya bisa berubah jika dalam seharian tak mendapatkan air. Ia lebih memilih menyebut dirinya “penduduk Bumi” daripada warga Perancis. Ketika menyaksikan ada hidup yang berubah, ia menamai kesenangan itu “pengalaman puitis.” Ia lebih realistis ketika berbicara tentang usahanya di Sumba. “Kesempurnaan bukanlah tujuan. Kita takkan pernah mendapatkan situasi ideal di mana pun. Tak ada satu pun tempat di dunia yang bisa menyelesaikan problem air bersih.” Andre tak punya rencana khusus untuk tinggal selamanya di Sumba. Ia juga tak memiliki rencana untuk hengkang dari tempat itu. Namun, menurutnya, ada cukup alasan untuk tetap beralamatkan hutan dalam dua tahun ke depan. “Ketika muda, saya berpikir layaknya anak muda, yakni memiliki karier,” ujarnya. “Kini, saya rasa lebih menyenangkan jika membiarkan hidup berjalan apa adanya.”

-------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------
Ada resep sederhana kalau anda ingin menjadi manusia yang damai, dihargai orang dan bahagia. Yaitu, senantiasalah bersifat suka memberi. Dan jadikanlah keberadaan anda dimana saja, senantiasa bermanfaatn besar bagi orang lain. D.p.l. jadilah manusia yang paling bermanfaat bagi makhluk lainnya di muka Bumi ini