"Angin Duduk", Ancaman Menakutkan bagi Pendaki Gunung

Angin duduk adalah gejala penyempitan pembuluh darah dari jantung yang mengalirkan oksigen. Angin duduk menjadi salah satu ancaman yang rentan dan menghantui bagi para pendaki gunung, karena kita tahu bahwa kita butuh banyak asupan oksigen saat aktifitas tertentu seperti pendakian gunung.



Mengapa angin duduk mengancam pendaki?

Pendaki akan menjadi terancam serius terkena angin duduk jika dia terlalu memaksakan dirinya untuk terus naik tanpa adanya istirahat. Aktivitas naik gunung adalah salah satu aktivitas yang membutuhkan banyak oksigen. berkebalikan dengan itu, semakin tinggi mendaki maka semakin sedikit kadar oksigennya.

Gejala yang biasa terjadi saat terserang angin duduk adalah dada sebelah kiri terasa sakit. Apa itu yang sakit? Ya benar, jantung yang sakit, karena jantung tidak bisa mengakomodir kebutuhan oksigen di seluruh tubuh


Akibat paling parah adalah kematian. Namun ada beberapa yang sempat ditolong sehingga tidak sampai ke titik itu. Jika terhindar dari kematian, biasanya seseorang akan terus dihantui oleh penyakit jantung. Bagaimanapun, sakit jantung sudah tidak mungkin disembuhkan. Pertolongan dokter hanya dapat memperlambat terkena serangan penyakit jantung.


Bagaimana menghindarinya?

Sebenarnya seperti yang tersebut diatas, tidak mungkin mengatasi angin duduk, tetapi sebisa mungkin tidak membuatnya tambah parah sehingga menyebabkan serangan jantung yang fatal. Istirahat yang cukup dan atur pernapasan saat kita merasakan mulai nyeri di dada sebelah kanan.

Namun, sebelum terkena angin duduk, biasakan banyak olahraga, sering periksa ke dokter soal tekanan darah, kadar gula dan kolesterol, terus kendalikan makan. Jangan banyak makan makanan pedas dan bersantan, daging, telur puyuh, dan kawan-kawan akrabnya.


Sumber :
belantaraindonesia.org